/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 12:37 WIB
Pemain Kashima Antlers (Instagram/ iycindonesia)

Atsushi Yanagisawa, tim U-18 Kashima Antlers dari Jepang mengungkapkan kalau Indonesia akan sulit tembus peringkat 100 dunia gegara kebiasaan dan perilaku pemainnya.

Pelatih Kashima Antlers ini mencatatkan perilaku pemain Indonesia yang cenderung mengeluh dan berguling-guling di lapangan sebagai fokus utamanya. 

Atsushi Yanagisawa meyakini bahwa kebiasaan ini dapat menghambat kemajuan sepak bola Indonesia dan membuatnya sulit untuk mencapai peringkat 100 dunia.

Komentar ini diucapkan oleh Atsushi Yanagisawa setelah pertandingan antara timnya dan skuad Bhayangkara Presisi FC U-20 dalam ajang International Youth Championship 2023 yang diadakan di Bali.

Menurut pelatih Kashima Antlers, meskipun Bhayangkara Presisi FC memiliki beberapa pemain yang memiliki kemampuan bagus, sayangnya ada beberapa di antaranya yang cenderung dengan mudah mengeluh dan berguling-guling di lapangan untuk membuang waktu.

"Dengan cara bermain seperti itu untuk Indonesia mau meningkat dari 150 ke peringkat 100 dan naik agak sulit, karena selama ini di Jepang tidak ada istilah sedikit-sedikit jatuh guling-guling," kata Menurut Yanagisawa dikutip dari Bolatimes.com.

"Ke depan kalau bisa mari bermain sportif, kalau tidak parah sekali jangan, karena dengan sportif otomatis bola kita akan jadi maju," sambungnya.

Dalam pertandingan perebutan posisi ketiga di International Youth Championship 2023, Bhayangkara Presisi FC kalah dari Kashima Antlers dalam adu penalti dengan skor 3-4.

Padahal, tim yang dilatih oleh Hartono tersebut sempat unggul dari tim asal Jepang tersebut dengan skor 2-1 hingga menit ke-77.

Baca Juga: Wonderkidnya Dipanggil Timnas U-17 Indonesia, Sao Paulo Bangga

Pada pertandingan tersebut, Kashima Antlers berhasil mencetak gol pertama melalui Ikeda Kensho pada menit ke-14. 

Namun, Bhayangkara Presisi FC dengan seragam kuning berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-18 melalui gol yang dicetak oleh Ahmad Fahrul Aditya.

Di babak kedua pertandingan, Bhayangkara kembali berhasil mencetak gol melalui Ahmad Fahrul Aditya pada menit ke-77, tetapi Kashima Antlers berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+4 melalui tendangan Oyama Koji.

Kashima Antlers mengungkapkan kekecewaannya karena banyak waktu yang terbuang sia-sia, yang mengakibatkan mereka tidak dapat mengoptimalkan strategi permainan. 

Tim Jepang tersebut juga menyatakan bahwa di setiap babak pertandingan selama 1x45 menit, hanya ada sekitar 20 menit waktu sebenarnya untuk bermain sepenuhnya. 

Oleh karena itu, mereka berharap bahwa wasit berkualitas akan dipilih di masa depan untuk mendukung perkembangan sepak bola.

Load More