/
Selasa, 05 September 2023 | 11:16 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ((Suara.com/Alfian Winanto))

Pengamat politik Hasan Nasbi menyoroti bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan yang tidak memiliki kuasa untuk memilih sendiri siapa cawapres yang akan mendampinginya.

Hasan Nasbi menganalogikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai anak pungut.

Pernyataan Hasan Nasbi itu merujuk pada penentuan bakal cawapres Anies yang telah ditetapkan dalam deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023).

Anies dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam deklarasi tersebut.

Ia lalu membandingkan dengan Ganjar Pranowo yang disebut-sebut sebagai petugas partai. Menurutnya, Anies Baswedan hanya anak pungut.

"Ya kalau Mas Ganjar petugas partai, Mas Anies itu anak pungut bang," ujar Hasan Nasbi, dikutip melalui podcast Akbar Faizal Uncensored, Senin (4/9/2023).

Kendati demikian, ia mengakui bahwa Anies berusaha untuk menaklukkan partai-partai politik di dalam koalisinya.

Hal itu dilihat dari keberhasilannya mendapatkan tanda tangan PKS dan Demokrat tanpa adanya campur tangan NasDem.

"Harus diakui juga Mas Anies berusaha untuk menaklukan partai-partai. Jadi ketika mendapatkan tanda tangan dari PKS, tanda tangan dari Demokrat, Mas Anies sendiri yang minta kan, tanpa NasDem ikut cawe-cawe," ujarnya.

Baca Juga: Pria Minta Mobil Dinas ke Pemkab Pelalawan, Bakal Dipakai buat Kepentingan Pribadi: Itu Nyindir!

Menurutnya, selama ini Anies berusaha keluar dari situasi 'anak pungut' itu untuk menjadi capres  yang sebenarnya.

"Jadi dia berusaha tuh keluar dari situasi anak pungut ini untuk menjadi capres (calon presiden) sebenarnya," katanya.

Tetapi akhirnya, Anies bertemu dengan kenyataan. Bila ingin memaksakan keinginannya bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia akan lepas dari NasDem dan berakhir tidak ada solusi.

"Tapi akhirnya karena bertemu dengan kenyataan juga, bertemu dengan realitas. Kalau dia ingin memasakan keinginan dia bersama dengan AHY, lepas NasDem tapi nggak ada solusi" ucapnya.

Hasan juga mengemukakan, apabila Anies memaksakan maju pilpres bersama AHY, tiket capres akan hilang. Sementara jika selain dengan AHY, NasDem menyediakan solusi.

"Nah, kalau misalnya yang memaksakan dengan Mas AHY hilang tiket. Kalau nggak dengan Mas AHY ternyata solusi disediakan oleh NasDem, ya dia ikut itu," lanjutnya.

Menurutnya, hal itu menunjukan bahwa Anies Baswedan belum bisa melawan sosok tertinggi yang ada di NasDem yaitu Surya Paloh Ketua Umum NasDem.

"Jadi dia belum bisa menabrak atap yang lebih tinggi ini bang, langit yang lebih tingginya. God father-nya ya masih Pak Surya Paloh," ujarnya.

Load More