Curhatan Mega Suryani Dewi, seorang ibu muda yang tewas dibunuh suaminya sendiri terungkap. Mega meninggal setelah digorok suami di depan dua anaknya yang masih balita.
Perempuan berusia 24 tahun tersebut ternyata sudah mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mendapatkan KDRT hingga ingin bercerai.
Curahan hati ini ia ungkapkan lewat akun Instagramnya. Melalui Instagram Story, Mega Suryani Dewi ternyata sudah akan bercerai dengan suaminya, N, lantaran sering mendapatkan kekerasan.
"Sampai aku berani buka ini di sosmed, karena di dunia nyata aku sendiri yang pada akhirnya aku enggak punya kekuatan dan hal kayak gini teruang terus menerus. Plis banget aku takut jadi jendes," tulis Mega Suryani lewat akun @megasd2 yang diunggah lagi di @cikarangdaily.id.
"Kalau cuma dipandang sebelah mata dan dicap nggak bener sama orang mah kan aku udah pernah, enggak ada rasanya. Yang aku takutin keadaan bikin aku nyerah lagi ke kamu. Masa iya sih selamanya aku harus ngalamin KDRT," lanjut Mega.
Sebelum digorok N di rumah kontrakan mereka di Jalan Cikedokan RT 01 RW 04 Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Mega sudah mengajukan gugatan cerai.
"Doain aku dipermudah jadi jendes ya gais wkwk. Mudah-mudahan kali ini nggak jilat ludah sendiri lagi. Jangan takut nikah. Emang ini lagi apes aja di aku. Nggak cari benar atau salah. Yang jelas KDRT tetap saja enggap pernah dibenarkan," curhat Mega.
Selain itu, ternyata Mega juga sempat melakukan upaya kabur dari rumahnya. Hal ini lantaran ia sudah tidak kuat lagi mendapat perlakuan kasar dari sang suami dan mertuanya.
"Run jam 3 pagi dari mama mertua dan suami yang habis hajar aku habis-habisan. Aku sudah kek tahanan nggak boleh kabur dari kontrakan. Makasih abang gojek sudah mau nolong aku biatpun nggak sempat pakai sendal," ungkap Mega.
Baca Juga: Ulasan Serial Netflix A Time Called You: Nggak Sesedih Trailer
Sebelum akhirnya tewas di tangan sang suami, Mega mengaku pernah mendapat ancaman pembunuhan dari N sebelumnya. Ia juga mengungkapkan ketakutannya meninggakan anak-anaknya yang masih kecil jika meninggal.
Berita Terkait
-
Suami Bunuh Istri di Cikarang Diancam Hukuman Seumur Hidup, Kakak Korban: Saya Gak Terima!
-
Sosok Nando Suami yang Bunuh Istri di Depan Anak, Serahkan Diri Usai Mandikan Jenazah Korban
-
Cara Keji Nando Bunuh Sang Istri di Cikarang: Ditampar, Diseret, Digorok dengan Pisau Dapur
-
Suruhan Pasutri-Dibayar Rp2 Juta, Pria di Rokan Hilir Nekat Habisi Nyawa Warga
-
5 Fakta Horor Suami Bunuh Istri di Depan Anak: Sempat Curhat di Medsos Mau Dibunuh
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya