- Kementerian Pertahanan akan melatih 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Komponen Cadangan (Komcad) pada semester pertama 2026.
- Pelatihan militer singkat dua bulan ini bertujuan mewujudkan sistem pertahanan semesta melibatkan seluruh komponen bangsa.
- Program Komcad ASN direncanakan dimulai akhir bulan depan atau awal kuartal kedua tahun 2026 setelah proses seleksi.
Suara.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersiap memulai program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pada semester pertama tahun ini, sebanyak 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga ditargetkan mengikuti pendidikan militer tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan wujud dari sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
Meski harapannya seluruh ASN dapat menjadi Komcad, untuk tahap awal Kemenhan fokus pada 4.000 personel.
"Kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad, tapi ini di awal ini kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik Komcad dari semua kementerian, 49 K/L itu kita sudah minta," ujar Donny di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Kekinian, Kemenhan tengah menunggu daftar nama dari masing-masing kementerian dan lembaga untuk kemudian dilakukan proses seleksi.
"Mereka akan memberikan namanya, nanti akan kita seleksi memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut," katanya menambahkan.
Menjawab kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap pelayanan publik atau tugas kedinasan, Donny menegaskan bahwa program ini tidak akan menimbulkan konflik kepentingan.
Pelatihan Komcad dirancang dalam durasi yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan.
Baca Juga: Kecewa Tak Dibela Saat Dihujat, Ayu Aulia Rahasiakan Nama Organisasi 'Binaan' Kemenhan
"Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN ya. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan Komcad ini, setelah itu mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya," tegasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Donny memberikan gambaran bahwa program ini akan segera digulirkan pada akhir bulan depan atau memasuki awal kuartal kedua tahun 2026.
"Mungkin nanti di akhir bulan depan kira-kira mungkin ya, April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti ya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Senilai 1,9 Miliar Yen, Apakah Ini Menguntungkan?
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
Berapa Gaji Noe Letto yang Baru Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN? Segini Kisarannya
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Jelang Lebaran, Menpan RB Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Tolak Bingkisan Gratifikasi
-
Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Duka pada 23 Prajurit TNI AL Korban Longsor Cisarua
-
Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini
-
DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Senilai 1,9 Miliar Yen, Apakah Ini Menguntungkan?
-
Menaker Yassierli: Perusahaan Wajib Bayar Upah Penuh Karyawan Selama WFA Lebaran 2026
-
Jaksa Ungkap Kemahalan Harga dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
TP PKK Pusat Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu
-
PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini