- Menpan RB Rini Widyantini melarang keras ASN menerima atau memberi gratifikasi menjelang Idul Fitri 2026 di Jakarta.
- ASN didorong mengoptimalkan SPBE untuk menjaga akuntabilitas pelayanan publik tetap maksimal selama masa libur lebaran.
- Instansi pemerintah wajib memastikan kanal pengaduan publik tetap aktif dan mudah diakses masyarakat selama periode libur.
Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang hari raya Idul Fitri. Ia menegaskan agar seluruh abdi negara tidak menerima maupun memberi bingkisan lebaran atau gratifikasi dalam bentuk apa pun.
Rini menekankan bahwa larangan ini berlaku bagi seluruh jenjang jabatan di lingkungan instansi pemerintah guna menjaga integritas dan profesionalisme.
"Saya mengingatkan kepada seluruh ASN dan para pimpinan instansi untuk tetap memastikan para pegawai ASN di lingkungan instansi masing-masing untuk tidak memberi dan atau menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan yang bertentangan dengan tugasnya," ujar Rini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Selain menyoroti soal gratifikasi, Menpan RB juga meminta para ASN untuk tetap menjunjung tinggi akuntabilitas kerja. Ia mendorong optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal meski di masa libur lebaran.
Rini juga menginstruksikan setiap instansi pemerintah untuk tetap siaga dalam menerima laporan dari masyarakat. Ia meminta kanal-kanal pengaduan tetap dibuka secara aktif agar masyarakat tetap bisa menyampaikan keluhannya.
"Kepada para pegawai ASN yang tetap mengedepankan akuntabilitas dan optimalisasi pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Instansi pemerintah diharapkan secara aktif tetap membuka akses kanal pengaduan baik melalui SP4N-LAPOR!, www.lapor.go.id, atau kanal aduan tatap muka maupun media lainnya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia meminta unit layanan publik di seluruh instansi untuk mempermudah masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diterima melalui sistem digital.
"Serta tetap melakukan survei kepuasan masyarakat melalui QR Code di unit layanan masing-masing yang tersambung kepada kanal lapor.go.id," pungkas Rini.
Peringatan ini diharapkan dapat menjadi rambu-rambu bagi ASN agar tetap berada di jalur yang benar dan terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama perayaan hari besar keagamaan.
Baca Juga: Link ASN Digital dan Cara Login MyASN, Apa Saja Keunggulannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan