Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo diduga terlibat dalam kasus korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian yang tengah diusut KPK.
Dugaan keterlibatan politikus Partai NasDem itu didukung dengan penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah dinas Syahrul dan kantor Kementan.
Banyak spekulasi yang muncul usai nama Syahrul terseret dalam kasus tersebut. Pasalnya, lagi-lagi menteri dari Partai NasDem yang terlibat sehingga muncul spekulasi ada dugaan unsur politis.
Salah satu yang mencurigai dugaan unsur politis itu adalah juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pipin Sopyan.
"Kami melihat ersepsi publik yang terbentuk dalam proses hukum pada mitra kami Partai NasDem. Ini menunjukkan ada politik tebang pilih dari pihak tertentu terutama rezim," ujar Pipin seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.
"Ini rangkaian KPK berusaha dikendalaikan pihak tertentu saya lihat bahwa rasanya fenomena ini ada upaya menggunakan KPK sebagai alat politik untuk menekan," tambahnya.
Pipin lalu menyinggung kasus korupsi yang tak kunjung rampung, seperti Harun Masiku dan E-KTP.
"Kenapa seorang Harun Masiku sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya, kenapa kasus E-KTP yang menyangkut calon presiden yang diusung oleh partai lain yang didukung oleh penguasa kita tidak tahu kelanjutannya," kata Pipin.
"Oh jadi begini ya caranya, jadi secara umum kita melihat ada skenario melakukan tebang pilih untuk kepentingan politik untuk urusan pencapresan," tandasnya.
Baca Juga: 6 Tahun Tak Kunjung Sembuh, Kurnia Meiga Kini Percaya Dirinya Diguna-guna
Ganjar Terseret Korupsi E-KTP
Nama Ganjar pernah terseret kasus korupsi e-KTP pada November 2017 lalu. Hal itu diungkapkan mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin kala bersaksi di Pengadilan Tipikor.
Nazaruddin mengatakan Ganjar yang saat itu menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR menerima uang dalam proyek e-KTP senilai 500.000 dollar AS.
Namun, tudingan itu tidak pernah terbukti. Ganjar dinyatakan sama sekali tidak bersalah maupun terlibat kasus mega korupsi tersebut.
Berita Terkait
-
Mengaku Belum Terima Surat Panggilan, Febri Diansyah Janji Bakal Datang Ke KPK
-
Syahrul Yasin Limpo Kepergok Pakai Kacamata Mirip Merek Dior Seharga Rp7,4 Juta, Sebanding Untuk Menteri?
-
Dugaan Kasus Korupsi Seret Nama Mentan Syahrul Yasin Limpo, Hadir Sekali ke KPK Tapi Buru-buru Cabut ke Luar Negeri
-
Eks Pegawai KPK Febri Diansyah Dan Rasamala Aritonang Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Kementan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Piala Dunia 2026: Ousmane Dembele Menggila, Perancis Gasak Norwegia 4-1 dan Puncaki Klasemen
-
5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
-
Brasil Tangguh! Timnas Futsal Indonesia U-17 Digelontor Sembilan Gol di Spanyol
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
3 HP POCO X Series yang Desain Kameranya Mirip iPhone 17, Harga Mulai Rp5 Jutaan
-
Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top