Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan Timnas Indonesia siap menghadapi lawan tangguh seperti Irak, Vietnam, dan Filipina di Grup F pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde kedua.
Hal ini dikatakan Erick setelah Timnas Indonesia melalui Hokky Caraka (5’, 44’), Egy Maulana Vikry (42’), Witan Sulaeman (46’), Rizky Ridho (63’), dan Ramadhan Sananta (81’), menang dengan skor 6-0 pada leg kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde pertama melawan Brunei Darussalam di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Selasa (17/10) malam WIB.
"Indonesia respek dengan setiap lawan yang akan dihadapi. Tapi kami juga yakin dengan kualitas timnas Indonesia siap bertempur dengan lawan manapun," kata Erick dalam keterangan tertulis PSSI, Rabu (18/10).
Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia melangkah mulus ke ronde kedua dengan agregat 12-0 setelah pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pekan lalu menang dengan skor yang sama.
Seluruh laga ronde kedua (36 tim, 9 grup) akan dimainkan pada November 2023, Maret 2024, dan Juni 2024 dengan format kompetisi penuh. Nantinya, dua tim teratas (juara grup dan runner-up) akan lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pada ronde ketiga (18 tim, 3 grup) peringkat satu dan dua setiap grup akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Terkait peluang Indonesia pada ronde kedua, Erick menilai tim asuhan Shin Tae-yong itu memiliki kualitas bersaing dengan tiga negara di Grup F.
Pria yang menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga optimistis tim Garuda dapat memastikan satu tiket lolos ke ronde ketiga untuk lebih dekat dengan pintu Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
"Kami respek dengan lawan yang sudah menanti di Grup F. Namun, Timnas Indonesia dalam kondisi siap tempur melawan Irak, Vietnam, dan Filipina," tandas Erick.
Baca Juga: Menang 12-0 Lawan Brunei, Shin Tae-yong Apresiasi Semangat Juang Skuad Timnas Indonesia
Berita Terkait
-
2 Fakta Menarik Brunei Darussalam vs Indonesia: Tuan Rumah Sempat Mengancam meski Kalah Telak 0-6
-
Jalan Panjang nan Terjal Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026: Jumpa Lawan-lawan Kuat, Konsentrasi Terpecah
-
Cetak Selusin Gol ke Gawang Brunei, Shin Tae-yong Angkat Topi buat Skuad Timnas Indonesia
-
Rekap Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Timnas Indonesia dan Singapura Lolos ke Putaran Kedua
-
Habisi Brunei dengan Agregat 12-0, Timnas Indonesia Melaju ke Babak Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?