SUARA DENPASAR - Bila benar apa yang menjadi dugaan Ketua Indonesia Police Watch (IPW)n Sugeng Teguh Santoso, tentu harus menjadi perhatian semua pihak.
Terutama, Tim Khusus bentukan Kapolri untuk menyelidiki kasus polisi tembak polisi dengan korban Brigadir J.
Teguh mengaku mendapat bocoran terkait dugaan Irjen Sambo tebar fulus gede ke sejumlah tokoh untuk memuluskan skenario awal polisi tembak polisi.
"Jadi saya dapat informasi, ada pengucuran dana besar-besaran. Untuk cipta kondisi, pada skenario FS (Ferdy Sambo) itu diterima semua pihak," papar Sugeng dikutip dari Suara.com, Minggu (14/8/2022).
Dugaan itu bukan hisapan jempol semata dan diperkuat dari pengakuan anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Di mana anggota LPSK diberikan dua amplop tebal usai.
Untungnya, pemberian amplop tebal yang diduga berisi uang tersebut ditolak anggota LPSK. "Jadi memang ada operasi sebar dana," imbuhnya.
Dugaan penyogokan itu terjadi di Kantor Propam Polri, tempat kerja Ferdy Sambo saat menjabat Kadiv Propam Polri pada Rabu 13 Juli 2022, lima hari setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022.
LPSK bertemu Ferdy Sambo untuk melakukan koordinasi kasus kematian Brigadir J. Pada saat itu seseorang yang merupakan anggota Ferdy Sambo menyodorkan uang di dalam dua amplop berukuran tebal ke salah satu staf LPSK.
Bukan hanya menyasar LPSK, aksi tebar fulus juga diduga mengalir ke oknum DPR. Serupa juga sempat dipertanyakan oleh Mahfud MD, ketika kasus ini sedang ramai. Tapi, para wakil rakyat malah terkesan diam.
Baca Juga: Diperiksa Komnas HAM, Ferdi Sambo Akui Jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J
"Menjadi pertanyaan seperti Pak Mahfud, Apakah DPR itu dapat guyuran dana? Ini pertanyaan ya, bukan tuduhan. Kenapa DPR diam? Apakah mendapat guyuran dana?,"paparnya.
Makin diperkuat dengan pengakuan Bharada E yang juga dijanjikan uang Rp 1 miliar oleh Ferdy Sambo. Artinya, semua pihak yang terlihat khususnya pada 31 oknum anggota Polri itu ada baiknya diperiksa menyeluruh oleh tim khusus.
Begitu juga soal rekening dan catatan keuangan mereka sehingga publik makin percaya dengan kinerja Polri.b"Mereka yang terlibat, 31 orang ini harus ditanya. Apakah menerima duit enggak? Kan Bharada E sudah ngomongkan Rp 1 miliar, iya kan," tukas dia. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026
-
Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Rahasia Gelap Mantan Tunawisma di Balik Minimarket yang Merepotkan!
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
Prabowo Bersedia ke Korea Utara, Apakah Indonesia Punya Hubungan Diplomatik dengan Korut?
-
Bukan Cuma THR, Bupati Fadia Arafiq Minta Setoran Kado Ultah ke Kepala Dinas