- Presiden Partai Buruh Said Iqbal memprediksi pekerja akan beralih ke Pertalite akibat kenaikan harga BBM Pertamax pada Juni 2026.
- Lonjakan permintaan Pertalite dikhawatirkan memicu masalah ketersediaan kuota sehingga Pertamina diminta memastikan distribusi berjalan secara optimal dan memadai.
- Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026, namun harga BBM subsidi tetap dipertahankan oleh pemerintah pusat.
Suara.com - Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengingatkan adanya potensi peningkatan penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax. Hal itu bisa saja terjadi karena pekerja yang selama ini menggunakan Pertamax berpeluang beralih ke Pertalite yang harganya masih lebih murah.
"Kalau Pertamax naik, uang kan pas-pasan, gaji nggak naik, pasti dia turun ke Pertalite," kata Said Iqbal usai bertemu dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, perpindahan konsumsi BBM tersebut dapat menimbulkan persoalan baru terkait ketersediaan kuota Pertalite yang mengalami lonjakan pengguna secara tiba-tiba.
"Pertalite kan pasti ada kuota. Nah, ini yang mungkin oleh Pertamina harus dipikirkan. Bagaimana kuota itu mencukupi," ujarnya.
Ia berharap Pertamina dapat mengantisipasi kemungkinan meningkatnya permintaan Pertalite dengan memastikan distribusi dan kuota berjalan optimal.
"Mungkin kami minta, berharap sekali dari sisi buruh, Pertamina bisa mengatur tentang distribusi kuota Pertamax," ujarnya.
Kenaikan harga BBM terjadi setelah PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Pertamina menyebut penyesuaian tersebut dilakukan setelah evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Baca Juga: Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi diperkirakan terbatas karena BBM nonsubsidi tersebut tidak digunakan untuk transportasi umum.
Berita Terkait
-
Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
5 Pilihan Mobil Hybrid Favorit di Indonesia di Kala Harga Pertamax Meroket, Kenali Jenis Penyakitnya
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Perfect Storm 2026: Saat Harga Pertamax Meroket Bersamaan dengan Ledakan PHK Massal
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja 2027
-
Selat Hormuz Memanas: Asuransi Tolak Jamin Kapal RI, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Energi
-
Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?
-
Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG
-
Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK
-
Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!