/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 12:43 WIB
Bharada RE mengarahkan pistol ke arah Brigadir Joshua atas perintah Ferdy Sambo (pemeran pengganti) dalam rekonstruksi Selasa (30/8/2022) (Youtube Polri TV)

SUARA DENPASAR – Rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) menunjukkan adegan sadis yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat menghabisi ajudannya. Namun, ada dua versi adegan ketika Brigadir Joshua tampak angkat tangan dan memohon-mohon tak ditembak.

Hal itu seperti terungkap dalam video yang disiarkan Polri melalui Youtube Polri TV. Adegan bermula ketika Kuat Ma’ruf memanggil Brigadir Joshua yang sedang berada di taman bersama Bripka Ricky Rizal (RR). Ketiganya kemudian masuk menemui Ferdy Sambo di ruang tengah yang sedang bersama Bharada Richard Eliezer (Bharada E).

Dari Youtube Polri TV tampak, adegan ini ternyata dibuat terpisah antara versi Bharada E dan Ferdy Sambo. Ini adalah adegan ke-63 dari rekonstruksi.

Versi Bharada E, posisinya ada di sebelah kanan Ferdy Sambo. Saat itu Ferdy Sambo (pemeran pengganti/ PP) mencengkeram leher belakang Brigadir Joshua (pemeran pengganti)) menggunakan tangan kiri lalu berhadap-hapadan. Ferdy Sambo sejajar dengan Bharada E, sedangkan Bripka RR dan Kuat Ma’ruf berada di belakang keduanya.

Adegan berikutnya adalah Ferdy Sambo (PP) mengarahkan jari telunjuk ke arah Bharada RE seperti memberi perintah, sedangkan Brigadir Joshua (PP) terlihat dalam posisi merendah atau membungkuk, mengangkat kedua tangan di depan dada. Dalam posisi ini, Bharada RE kemudian menodongkan senjata api jenis pistol ke arah Brigadir Joshua.

"Seperti yang Anda saksikan, Bharada E mengarahkan senjata atau pistol ke arah kepada Brigadir J yang posisinya lebih di bawah, merendah, memohon untuk tidak ditembak atau menghindar dari tembakan yang diarahkan kepada dirinya," kata pembawa acara.

Selanjutnya Bharada E menembak Brigadir Joshua hingga jatuh tersungkur di samping tangga ke lantai dua. Setelah itu, Ferdy Sambo (PP) mengambil pistol dan menembak Brigadir Joshua, lalu menembakkan pistol ke dinding agar terkesan adanya tembak-menembak.

Versi Sambo

Sedangkan versi Ferdy Sambo, posisi Bharada E (PP) ada di sebelah kirinya ketika berhadap-hadapan dengan Brigadir Joshua. Tampak Brigadir Joshua (PP) tidak membungkuk namun mengangkat tangan setinggi dada.

Setelah Brigaadir Joshua jatuh tersungkur, Bharada E menembak lagi dari belakang. Tidak ada adegan Ferdy Sambo menembak Joshua. Ferdy Sambo hanya menembak ke dinding.

Baca Juga: Putri Candrawathi Dikonfrontir dengan Tiga Tersangka! Termasuk dengan Kuat Ma'aruf

Sekadar diketahui, dari pemeriksaan penyidik sebagaimana diungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo maupun Dirtipidum Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, akhirnya terungkap Ferdy Sambo sengaja menembak ke dinding agar bisa membuat skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir Joshua.

“Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan di awal,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers 9 Agustus 2022, saat mengumumkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Joshua.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang terjadi adalah penembakan satu arah terhadap Brigadir Joshua. Penembakan itu atas perintah Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Yang terjadi peristiwa penembakan terhadap saudara (Brigadir) J yang menyebabkan saudara (Brigadir) J meninggal dunia,” jelasnya. (*)

Load More