SUARA DENPASAR – Kelakuan pengasuh pondok pesantren berinisial SAW (32) di Banjarnegara, Jawa Tengah ini benar-benar keterlaluan. Sebagagai ketua yayasan pendidikan keagamaan, dia malah menyodomi tujuh santri cowok. Bahkan, ada salah satu santri yang sudah disodomi sampai empat kali.
Warga Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Tawa Tengah, itu telah melakukan pencabulan terhadap santri laki-laki sejak November tahun 2021. Kala itu, istrinya sedang berada di Aceh dalam kondisi hamil.
Kasus ini terbongkar berawal ketika SAW pergi ke Aceh untuk melihat istrinya yang melahirkan. Maka, belajar mengajar di ponpes pun digantikan guru lain. Kepada guru lain, korban melapor, kemudian kasus ini dilaporkan ke Polres Banjarnegara.
Setelah kasus ini dilaporkan, polisi pun akhirnya menangkap SAW saat sudah kembali ke Banjarnegara. Dia ditangkap pada 25 Agustus 2022 lalu.
”Pada saat di rumah tersangka ditemukan sedang mandi di kamar mandi masjid, setelah selesai mandi kemudian tersangka dilakukan penangkapan," kata Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto di Mapolres Banjarnegara, Rabu (31/8/2022) dilansir dari Suarapurwokerto.id.
Dari pemeriksaan, SAW mengakui telah menyodomi tujuh santrinya. Bahkan, ada salah satu santri yang disodomi berulang kali.
Contohnya santri berinisial AG, telah disodomi SAW sebanyak empat kali. SAW disodomi sejak 21 Juni 2022. Dia dipanggil SAW untuk datang ke rumahnya, kemudian disodomi pada malam hari.
Tidak puas sekali menyodomi AG, SAW mengulangi perbuatannya pada bulan Juni 2022 juga, kemudian pada 19 Juli 2022 sekitar pukul 21.00 WIB dan terakhir 29 Juli 2022 sekitar pukul 21.00 WIB.
"Kemudian dilakukan pengembangan ternyata ada korban lain yang merupakan santri di Ponpes tersebut, yakni HA usia 13 tahun, NN 15 tahun, FN 13 tahun, MS 13 tahun, MA 15 tahun," ujarnya. (*)
Baca Juga: Polisi Masih Kesulitan Tangkap Perampok Bergolok yang Satroni Minimarket di Denpasar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF