SUARA DENPASAR – Ternyata Kombes Agus Nurpatria bukan lulus Akpol 1995. Dia merupakan lulusan Akpol yang seangkatan dengan mantan Dirreskrimsus Polda Bali, Kombes Hendri Fiuser yang meninggal di Bali. Hendri Fiuser adalah lulusan terbaik dan menyandang Adhi Makayasa.
Nama Kombes Pol Agus Nurpatria (KBP ANP) saat ini memang sedang ramai. Sebab, Selasa (6/9/2022) dia menjadi polisi keempat yang menjalani sidang kode etik terkait obstruction of justice atau menghalangi penyelidikan kasus pembunuhan Brigadr Joshua dari klaster CCTV.
Banyak yang mengira Agus Nurpatria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995. Ternyata bukan. Dari penelusuran SuaraDenpasar, Kombes Agus Nurpatria lahir di Bogor pada 6 Agustus 1974. Dari skripsi saat menempuh pendidikan di PTIK, terungkap dalam daftar riwayat hidup Kombes Agus Nurpatria merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1993 atau angkatan pertama di sekolah yang berada di Magelang itu. TN 1.
Di SMA Taruna Nusantara, dia satu angkatan dengan mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto yang dicopot pada 23 Agustus 2022. Sebelum dicopot, Budhi Herdi Susianto sempat dinonaktifkan dari jabatan Kapolres Jaksel pada 20 Juli 2022. Dia dicopot setelah diduga tidak profesional dalam menangani kasus kematia Brigadir Joshua. Bahkan, cenderung sesuai skenario Ferdy Sambo soal tembak-menembak, bukan penembakan satu arah.
Setelah tamat dari SMA Taruna Nusantara, Agus Nurpatria tidak langsung masuk Akpol. Diduga dia baru masuk Akpol pada 1995. Dalam daftar riwayat hidup di skripsinya yang berjudul “Diskresi Kepolisian Polres Metro Tangerang dalam Penanganan Pertikaian Antara Kelompok BPPKB dengan Warga Tanah Tinggi Tangerang” pada 2005, disebutkan bahwa dia lulus Akpol pada 1997.
Bila dia lulus Akpol pada 1997, maka sebetulnnya Agus Nurpatria satu tingkat dengan almarhum Kombes Hendri Fiuser, mantan Dirreskrimsus Polda Bali, yang meninggal dunia pada 23 Juni 2022 di RSUP Sanglah.
Sekadar diketahui, Hendri Fiuser adalah penyandang Adhi Makayasa. Dikutip dari Wikipedia, Adhimakayasa adalah lulusan terbaik dalam satu angkatan setiap matra TNi dan kepolisian. Hendri Fiuser yang mantan Kapolres Bojonegoro (2015-2016) dan Kapolresta Bogor (2018-2020) meninggal dunia karena sakit jantung.
Setelah lulus Akpol 1997, Agus Nurpatria yang langsung menyandang pangkat Ipda (inspektur polisi dua) itu pun baru mulai berkarier di kepolisian pada tahun 1998 sebagai Pamapta Polres Metro Tangerang. Dilanjutkan sebagai Kanit Jatanras Sat Reserse Polres Metro Tangerang pada 1999-2001. Pada 1 Januari 2001, dia meraih pangkat Iptu (inspektur polisi satu).
Karier Agus meningkat menjadi Kapolsek Metro Sepatan Polres Metro Tangerang pada 2002 sampai 2003 meski pangkatnya masih Iptu. Kemudian menjadi Kanit IV Sat Intelkam Polres Metri Tangerang pada 2003, kemudian menjalani pendidikan PTIK.
Baca Juga: Sosok Ayah-Ibu Kompol Chuck Putranto: Brigjen Tri Utoyo asal Jember, Connie Madika asal Toraja
Pada 1 Januari 2004, dia baru mendapat pangkat ajun komisaris polisi (AKP). Di tengah pangkat AKP, dia mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di PTIK untuk meraih gelar S.I.K (sarjana ilmu kepolisian).
Lulus dari PTIK, Agus Nurpatria pun berpindah-pindah tugas di berbagai jabatan. Tercatat dia sempat bertugas sebagai Kepala Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai 2015. Dia kemudian menjadi Kapolres Subang, Jawa Barat, pada 8 Juni 2015. Pangkatnya sudah AKBP.
Sebelum menjadi Kapolres Subang, Agus sempat bertugas sebagai pengawal calon presiden (capres) Joko Widodo dalam Pilpres 2014. Namun, setelah lepas dari Kapolres Subang, dia menajdi Pamen (perwira menengah) Divpropam Mabes Polri mulai Agustus 2016. Selanjutnya dia menduduki kursi Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri sampai 2019.
Pada 2019, suami dari Diah Ayu Anggraeni memegang jabatan Kabid Propam Polda Banten, dilanjutkan menjadi Kabid Propam Polda Kepri pada November 2020. Jabatannya sudah Kombes.
Ia kembali ke Divisi Propam Polri pada 2021, dengan jabatan Kaden A Ropaminal Divpropam Polri pada tahun 2021. Saat itu, Irjen Pol Ferdy Sambo sudah menjadi Kadiv Propam sejak 2020 dengan jabatan Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri, namun dicopot 4 Agustus 2022 lalu.
Selasa (6/9/10) sampai malam, dia menjalani sidang kode etik Polri karena diduga ikut menghalangi penyidikan perkara pembunuhan Brigadir Joshua 8 Juli 2022. Dia terancam dipecat seperti atasannya, Ferdy Sambo, maupun bawahannya, Kompol Chuck Putranto, dan Kompol Baiquni Wibowo yang sudah lebih dulu dijatuhi putusan pecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Tag
Berita Terkait
-
Pensiunan Polri Kumpulkan 3 Kapolda? Ini 2 Jenderal Polri yang Sangat Dekat Ferdy Sambo
-
Sosok Kombes Agus Nurpatria, Putra Sunda, Anak Buah Ferdy Sambo yang Terancam Dipecat dalam Sidang Etik
-
6 Jenderal Top di Balik Meroketnya Karier Ferdy Sambo, Ternyata
-
Menanti Detik-detik Sanksi bagi Kombes Agus Nurpatria
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
4 Zodiak Paling Hoki dan Berlimpah Keberuntungan Hari Ini 25 Maret 2026
-
Kisah Andi di Pantai Anyer: Mengais Rezeki dari Papan Seluncur Saat Musim Libur Lebaran
-
Keputusan FIFA Kembali Bikin Kecewa Palestina, Siap-siap Bakal Digugat ke CAS
-
Bukan Ketupat dan Opor Ayam, Menu Lebaran Maia Estianty Sushi hingga Pasta
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Kebijakan WFA Setelah Lebaran Sampai Kapan? Ini Aturannya
-
Bukan Full Daring! Sekolah di Bogor Akan Terapkan Sistem Hybrid Demi Efisiensi
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Di Balik Amplop THR: Lebaran Sebagai Ruang Kelas Sunyi yang Membentuk Karakter Anak
-
Momen Hangat Presiden Prabowo Sambut SBY hingga Jokowi di Istana Negara