Suara Denpasar - Ferdy Sambo akhirnya bersuara terkait dengan hasil lie detector dan pengakuan dari Bharada E.
Dalam keterangannya, Ferdy Sambo membantah pernyataan dari mantan anak buahnya sendiri yakni Bharada E.
Hal yang dibantah oleh Ferdy Sambo adalah soal pernyataan Bharada E jika Ferdy Sambo juga ikut melakukan eksekusi atau penembakan.
Bantahan ini disampaikan setelah adanya hasil pemeriksaan melalui alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.
"Klien kami dan tersangka yang lain membantah hal tersebut sehingga atas keterangan Bharade E semuanya akan diuji fakta-faktanya dalam persidangan," kata Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, Sabtu (10/9/2022) dari laman PMJ.
Dia kemudian mempertanyakan soal hasil lie detector para tersangka lainna seperti Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.
"Kalau uji lie detector dari tersangka yang lain seperti KM dan RR hasilnya apa? Sama enggak?," ujarnya.
Penyidik Mabes Polri sudah menetapkan lima tersangka pembunuhan Brigadir J.
Dari keterangan lima tersangka itu keterangan Bharada E dinyatakn jujur berdasarkan pemeriksaan uji kebohongan tersebut.
Baca Juga: Dara Arafah Kabarkan Jika Pelaku Pencurian Brankas Diotaki Sepasang Kekasih
Dilansir dari laman resmi Polri, cara kerja lie detector adalah dengan melihat detak jantung, denyut nadi, serta perubahan fisik.
Apabila orang yang sedang diperiksa mengatakan sesuatu yang benar, detak jantung dan denyut nadi akan berjalan secara normal.
Sebaliknya, jika berbohong, maka akan ada perubahan fisik dari detak jantung atau denyut nadi.
Poligraf, atau biasa dikenal sebagai pendeteksi kebohongan, bekerja dengan mengukur perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, misalnya jumlah helaan napas, detak jantung, tekanan darah dan reaksi mendadak pada kulit.
Metode pemeriksaan biasa ini digunakan oleh penyidik untuk kasus-kasus penting, terlebih kasus yang menuai banyak kontroversi. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica