/
Sabtu, 10 September 2022 | 20:21 WIB
Ilustrasi Lie Ditector alat deteksi kebohongan. Ferdy Sambo Bersuara, Pertanyakan soal Lie Detector Bharada E, (Suara.com)

Suara Denpasar - Ferdy Sambo akhirnya bersuara terkait dengan hasil lie detector dan pengakuan dari Bharada E.

Dalam keterangannya, Ferdy Sambo membantah pernyataan dari mantan anak buahnya sendiri yakni Bharada E.

Hal yang dibantah oleh Ferdy Sambo adalah soal pernyataan Bharada E jika Ferdy Sambo juga ikut melakukan eksekusi atau penembakan.

Bantahan ini disampaikan setelah adanya hasil pemeriksaan melalui alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.

"Klien kami dan tersangka yang lain membantah hal tersebut sehingga atas keterangan Bharade E semuanya akan diuji fakta-faktanya dalam persidangan," kata Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, Sabtu (10/9/2022) dari laman PMJ.

Dia kemudian mempertanyakan soal hasil lie detector para tersangka lainna seperti Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. 

"Kalau uji lie detector dari tersangka yang lain seperti KM dan RR hasilnya apa? Sama enggak?," ujarnya.

Penyidik Mabes Polri sudah menetapkan lima tersangka pembunuhan Brigadir J

Dari keterangan lima tersangka itu keterangan Bharada E dinyatakn jujur berdasarkan pemeriksaan uji kebohongan tersebut.

Baca Juga: Dara Arafah Kabarkan Jika Pelaku Pencurian Brankas Diotaki Sepasang Kekasih

Dilansir dari laman resmi Polri, cara kerja lie detector adalah dengan melihat detak jantung, denyut nadi, serta perubahan fisik.

Apabila orang yang sedang diperiksa mengatakan sesuatu yang benar, detak jantung dan denyut nadi akan berjalan secara normal.

Sebaliknya, jika berbohong, maka akan ada perubahan fisik dari detak jantung atau denyut nadi.

Poligraf, atau biasa dikenal sebagai pendeteksi kebohongan, bekerja dengan mengukur perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, misalnya jumlah helaan napas, detak jantung, tekanan darah dan reaksi mendadak pada kulit. 

Metode pemeriksaan biasa ini digunakan oleh penyidik untuk kasus-kasus penting, terlebih kasus yang menuai banyak kontroversi. *** 

Load More