Suara Denpasar - Narasi kekerasan seksual atau perkosaan yang diduga menimpa salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Brigadir J.
Yakni Putri Candrawathi diduga untuk mengaburkan motif sebenarnya dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan publik Indonesia.
Di sisi lain kebenaran pengakuan Putri Candrawathi disangsikan banyak pihak. Istri mantan Kadiv Propam Polri itu pernah mengeluarkan keterangan yang berbeda terkait kasus pelecehan yang menimpanya. Yakni terkait tempat kejadian perkara (TKP) yang awalnya di Jakarta dan menjadi di Magelang, Jawa Tengah.
Selain itu, Putri Candrawathi juga mengaku bahwa keterangannya berdasar skenario dari Irjen Ferdy Sambo, tiada lain adalah sang suami.
Belum lagi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang diduga milik Putri Candrawathi. Keterangannya bertentangan dengan saksi asisten rumah tangga (ART) Susi.
Di mana dalam BAP yang beredar disebutkan Susi mendengar suara mendesah ketika Brigadir J dan Putri Candrawathi berada di dalam kamar.
Anggota Komisi III DPR, Dipo Nusantara menjelaskan adanya narasi dugaan kekerasan seksual sebagaimana diakui istri Ferdy Sambo memang sulit diterima. Apalagi Polri sudah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).
Begitu juga terkait isi BAP yang diduga milik Putri Candrawathi menceritakan kejadian di Magelang pada 7 Juli 2022, sekitar pukul 18.00 sampai 19.30.
Istri Ferdy Sambo ini mengaku jika Yoshua atau Brigadir J masuk ke kamarnya dan melakukan kekerasan seksual. Putri Candrawathi sempat meronta, namun akhirnya tak berdaya. Di sisi lain, ia tidak melihat ada orang di dekat tangga rumah.
Baca Juga: Boris Bokir Akui Tak Tersinggung Dibilang Mirip Ferdy Sambo, Tapi...
Beda dengan keterangan Susi. Dia mengaku melihat Brigadir J masuk ke kamar Putri. Tak lama dari sana, Susi kemudian mendengar suara mendesah. "Artinya, itu (keterangan Putri) bisa terbantahkan,” demikian kata Dipo Nusantara, Anggota DPR RI. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama