/
Rabu, 14 September 2022 | 15:30 WIB
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Effendi Simbolon. (ANTARA/ Abdu Faisal)

Suara Denpasar - Pernyataan kontroversial anggota Komisi I dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon yang menyebut TNI sebagai gerombolan menuai banyak kecaman dari anggota TNI. 

Akhirnya, Effendi Simbolon minta maaf atas pernyataannya yang disampaikan saat rapat kerja dengan Panglima TNI beberawa waktu lalu.

Dalam konferensi pers di ruang Fraksi PDIP, Efendi Simbolon mengaku telah berkomunikasi dengan Panglima TNI melalui pesan singkat. Dia mengatakan, dalam pesan singkat tersebut, Panglima TNI Andika Perkasa memberikan waktu untuk pertemuan pribadi. 

Dia pun mengaku sudah bertemu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Selasa (13/9/2022) sekitar Pukul 12.00 WIB. Dia mengaku menanyakan sikap-sikap dari TNI.

Dia pun mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Panglima TNI dan anggota TNI secara keseluruhan. 

“Saya mendahului dari yang difasilitasi oleh Pak Ketua saya, dan panglima menyampaikan tidak jadi masalah. Jadi clear. Silakan teman-teman menanyakan langsung," kata Effendi, Rabu (14/9/2022).

Anggota DPR RI dari Dapil Jakarta III, ini juga sejatinya sudah meminta untuk bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman. Namun, dia mengakui, belum ada tanggapan atas upaya komunikasi melalui pesan singkat dengan Jenderal Dudung. Dia masih dicueki Jenderal Dudung Abdurachman. 

"Ke Pak Dudung belum direspons, saya sudah minta waktu saya akan hadir sendiri," aku dia.

Dia pun menegaskan, misinya dengan datang ke para petinggi TNI itu untuk meminta maaf. 

Baca Juga: Hendra Kurniawan Terjebak karena Kaisar Sambo Sudah Bertemu Kapolri

"Dan saya sudah sampaikan ke Pak Panglima, memang ke Pak KSAD belum langsung, karena belum ada waktu beliau dan ini saya terima kasih kepada Pak Ketua yang memfasilitasi ini," pungkasnya. (PMJNews)

Load More