/
Senin, 19 September 2022 | 11:38 WIB
Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia (YouTube)

Suara Denpasar - Persoalan sepele terkadang membuat tenaga kerja wanita (TKW) di Indonesia tidak betah bekerja.

Kali ini seorang TKW mengaku jengkel dengan ulah keluarga majikannya karena tidak menyiapkan sayur untuk makanya.

Khususnya pada hari Sabtu, ketika sang majikan dan keluarga tak ada di rumah. Bahkan, gara-gara persoalan sayur yang tidak tersedia ini, TKW itu berniat untuk putus kontrak bekerja dan berganti dengan majikan yang baru.

"Mau ganti majikan, lima bulan kontrak dan sekarang setahun jalan. (Tapi) Mau mengundurkan diri karena tidak sesuai dengan job kontrak," paparnya di awal pembicaraan dalam channel YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BMI. "Di job aku jaga nenek, tapi nggak cerita mpoknya datang pulang makan bersama tiga anaknya setiap hari," jelasnya.

Padahal, aku dia, pekerjaan utamanya sudah membuat dirinya super sibuk. Dari mengurus kakek nenek jompo. Di mana salah satunya mengalami stroke separo. Jadi, harus dituntun dalam segala aktivitas dari ke kamar mandi sampai dengan olah raga.

Belum lagi bersih-bersih rumah dan mempersiapkan segala kebutuhan majikan termasuk juga merebus ramuan obat untuk kedua orang tua majikannya.

Terkait tambahan tugas menerima kunjungan si mpok bersama tiga orang anaknya yang saban hari makan di sana.

TKW itu sudah mengadu ke agen. Tapi, agen tidak bisa memutuskan karena saat wawancara semua pihak sudah hadir termasuk TKW tersebut.

Selain soal mpok dan tiga anaknya yang numpang makan. TKW ini juga punya keluhan soal makanan di kediaman majikannya. Yakni hanya disediakan mie setiap hari.

Baca Juga: Selain Lelaki Handsome, Ada Bakso, Mengerti Bahasa Sunda: Alasan TKW Betah di Arab Saudi

Jadi, dia yang mengaku suka makan sayur hijau itu tidak berselera. Bahkan sampai jatuh sakit. Sebab, tidak ada tenaga karena hanya makan mie.

Kondisi ini juga pernah diungkapkan ke agen dan dijawab agen bahwa ini persoalan sepele yang sebenarnya bisa diselesaikan oleh TKW itu sendiri.

Menangani curhatan TKW satu ini. Yuni, staf salah satu agen menjelaskan dirinya tidak bisa menelepon langsung majikan yang bersangkutan karena bukan dari agensi yang dia kelola.

Dia juga menggarisbawahi bahwa tidak sepatutnya agen disalhkan dan dituding berbohong. Mengingat, dalam interview juga melibatkan TKW bersangkutan secara langsung.

"Agen tidak pernah tahu apa yang ada dan terjadi rumah majikan," jawabnya. Dan soal niatan TKW itu untuk break bekerja. Yuni mengingatkan bahwa ada baiknya TKW itu mempersiapkan diri dengan baik.

Mengingat, jika melaporkan soal makanan di kediaman majikan. Maka akan ada dua resikonya. Yakni majikan akan bertambah baik atau malah keluar pemecatan (interminit).

Load More