Suara Denpasar - Pahit getir hidup dan suka duka banyak dijalani tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Hongkong.
Banyak di antara mereka yang beruntung dan akhirnya menikah dengan warga di sana. Setelah menjadi nyonya besar, sebutan TKW yang akhirnya menikah dengan pria lokal.
Ada yang masih bersahaja dan sederhana. Ada juga yang berubah drastis dan malah terkesan galak dengan TKW Indonesia.
Tapi, tidak demikian dengan Susi. TKW asal Kudus, Jawa Tengah, itu masih tetap tampil apa adanya dan sederhana.
Bahkan, saat usia kehamilannya yang baru dua bulan. Dia menghubungi Yuni, salah satu staf agensi TKW di Hongkong untuk dicarikan Cece, sebutan asisten rumah tangga (ART). Cece yang diminta harus berasal dari Indonesia.
"Kalau udah hamil besar rencana mau ambil cece," katanya saat menghubungi Yuni, seperti dikutip denpasar.suara.com dari channel YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BMI, Senin 19 September 2022.
Yuni menjelaskan untuk Visa TKW asal Indonesia kini sudah normal. Dalam waktu sebulan juga sudah kelar.
Demikian, Yuni mengingatkan Susi untuk tidak mengambil TKW yang satu kampung atau tetangga atau malah saudaranya sendiri. Sebab, ke depan bisa jadi trouble maker atau pembuat masalah di Hongkong.
"Kalau ambil pembantu jangan ambil saudara atau tetangga. Kalau kamu punya masalah, itu akan jadi gosip satu kampung," ingat Yuni.
Baca Juga: Cuma Disogok Beras, Kisah TKW yang Digilir Tiga Majikan
"Jika anak luar, kamu ada masalah di Hongkong. Kalau sudah selesai kerja, mereka sudah tidak ingat lagi masalah itu dan tidak akan melaporkan ke kampung," imbuhnya.
Yuni menitikberatkan hal tersebut karena berdasar pengalaman nyonya besar lainnya di Hongkong. Termasuk dirinya sendiri punya pengalama buruk mengambil asisten rumah tangga (ART) yang satu kampung dengan dirinya. "Aku pernah, aku ambil tetangg. Aku baikan sama suamiku, ibuku masih marah dengan suamiku," jelas dia.
Masukan Yuni pun didengar dengan seksama oleh Susi. Bahkan, dirinya minta untuk segera dicarikan ART yang nantinya bertugas untuk mengantar jemput anak tirinya ke sekolah. Sedangkan urusan dapur dan rumah ditangani sendiri.
Sebab, sang suami tidak mau dimasakin orang lain. Demikian, dirinya meminta nantinya ART itu tidak yang muda atau kalau boleh yang setengah tua.
Penyebabnya, sang suami saat pacaran pernah diserobot oleh sesama TKW yang lebih muda. "(TKW) Biar aku yang nyari sendiri. Kamu (suami) urus administrasinya.
Saya tidak banyak request, kalau bisa yang emak-emak," tukas Susi kepada Yuni terkait pembicaraannya dengan sang suami. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global