Suara Denpasar – Nama Dedi Mulyadi mendadak viral. Kali ini bukan karena gaya coboy yang dilakukannya di masyarakat. Melainkan dia digugat istrinya yang merupakan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
Dedi Mulyadi atau biasa dipanggil Kang Dedi Mulyadi merupakan seoran politikus tulen. Dia pernah menjabat sebagai mantan Bupati Purwakarta dua periode. Yakni periode 2008-2013 dan periode 2013-2018.
Kini, namanya kembali menjadi buah bibir karena digugat cerai oleh istri yang telah melahirkan tiga anaknya.
Berikut sosok, profil dan biodata Dedi Mulyadi, yang kerap membela hak-hak masyarakat adat atau termarjinalkan ini.
Lahir di Subang, Berkiprah di Purwakarta
Dikutip dari dpr.go.id, Dedi Mulyadi lahir di Kabupaten Subang, 11 April 1971. Dia anak bungsu dari sembilan bersaudara dari pasangan Sahli Ahmad Suryana dan Karsiti.
Masa kecil hingga remaja Kang Dedi Mulyani Subang dihabiskan Kabupaten Subang. Dia mengenyam sekolah dasar di SDN Sukabati, Subang, pada 1978 – 1984, dan SMPN 1 Kalijati, Subang, 1984 – 1987. Kemudian melanjutkan sekolah menengah di SMAN Purwodadi, Subang, pada 1987 sampai 1990.
Tamat dari SMA, dia kemudian melanjutkan kuliah di Jurusan Hukum di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman, Kabupaten Purwakarta dari 1995 – 1999. Masa kuliah menjadi awal dia berkiprah di Purwakarta.
Aktivis HMI dan Buruh
Saat masa-masa kuliah ini lah dia mulai menjadi aktivis mahasiswa. Ia ikut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan, pernah didaulat sebabagi Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta. Menjadi aktivis mahasiswa mengasahnya menjadi organisatoris, pengetahuan dan kepekaan dalam masalah sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Agus Hilang Usai Dihajar, Anak Buah Preman Bayaran Rindu Order di-KO Juru Parkir
Bukan itu saja, sebagai mahasiswa, dia juga terasah sebagai aktivis buruh. Salah satunya dia pernah menjadi sebagai Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia pada 1997 dan Sekretaris Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Textil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSPTSK-SPSI).
Anggota DPRD sampai Bupati Purwakarta
Ketika lulus kuliah pada 1999, dia menjajal dalam arena politik praktis pada Pemilu 1999. Dia terpilih sebagai anggota DPRD Purwakarta dari Partai Golkar.
Saat menjadi anggota DPRD Purwakarta, Dedi dikenal kritis atau vokal terhadap kebijakan bupati. Apalagi, dia mendapat posisi sebagai Ketua Komisi E. Kala itu, usianya masih sangat muda. 27 tahun.
Bahkan, sang istri yang kini mengugat cerai bercerita bagaimana mereka awalnya dilarang pamannya berpacaran dengan Dedi Mulyadi. Alasannya, Dedi dikenal vokal dan kerap mengkritik bupati. Bupati Purwakarta waktu itu adalah paman dari Anne Ratna Mustika.
Dia juga mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Partai Golkar bahkan mendapat kesempatan menjadi Ketua DPD Partai Golkar pada 2004.
Karier Kang Dedi Mulyadi makin moncer ketika pada usia 32 tahun dia menjadi Wakil Bupati Purwakarta mendampingi Lily Hambali Hasan pada periode 2003-2008. Dia pun tercatat sebagai politisi termuda yang menjadi Wakil Bupati.
Hanya satu periode jadi wakil bupati, Kang Dedi langsung mencalonkan diri sebagai calon bupati dalam Pilkada Purwakarta 2008. Nasib baik benar-benar memihaknya. Meski asli Subang, dia berhasil menjadi Bupati Purwakarta periode 2008-2013. Pada Pilkada 2013, sebagai petahana, dia berhasil memenangkan kembali.
Membela Kearifan Lokal
Selama menjadi Bupati Purwakarta, nama Kang Dedi cukup populer. Salah satunya kerap membangun patung pewayangan. Bahkan, pada 2016, patung Arjuna dirusak dan dibakar.
Pria yang juga pengurus NU Purwakarta itu kerap berseberangan dengan para pengkritik, terutama kelompok Islam garis keras, macam Front Pembela Islam (FPI) yang menganggap patung sebagai hal yang haram atau tidak sesuai dengan Islam.
Sebagai bupati Purwakarta dia kerap membela kearifan lokal. Terutama Sunda Wiwitan maupun kepercayaan-kepercayaan lokal di Indonesia.
Dia sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018 berpasangan dengan Deddy Mizwar pada Pilgub 2018. Namun dalam pencoblosan yang berlangsung 27 Juni 2018, dia kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Meski demikian, kariernya dalam politik belum tamat. Sebab, dalam Pilkada serentak itu juga berlangsung Pilkada Purwakarta 2018 yang hari pencoblosannya berbarengan dengan Pilgub Jabar. Dia berhasil menjadikan sang istri Anne Ratna Mustika, menjadi penerusnya sebagai Bupati Purwakarta pada Pilbup Purwakarta 2018 berpasangan dengan H. Aming.
Jadi Anggota DPR RI
Setahun setelah tidak menjadi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pun mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Golkar pada Pileg 2019 melalui Dapil Kabupaten Purwakarta, Bekasi dan Karawang.
Ternyata namanya masih harum. Itu terbukti dia meraih 206.621 suara. Bahkan ini suara paling tinggi dibandingkan caleg Golkar se-Indonesia.
Diukur dari seluruh suara caleg dari semua partai, dia masuk urutan ke-13 peraih suara tertinggi se-Indonesia. Sekadar diketahui, suara tertinggi diraih Puan Maharani dengan 404.034 suara. Di DPR RI, dia mendapat jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode 2019-2024.
Ketika menjadi anggota DPR RI, Dedi Mulyadi juga dikenal dengan gaya coboy atau suka blusukan di tengah masyarakat. Gaya coboy yang dimaksud adalah suka menolong orang lain atau melabrak pihak yang tidak benar. Aksi-aksinya sering diunggah lewat kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Di antaranya bersih-bersih sampah di Pasar Rebo Purwakarta yang diprotes mahasiswa sebagai Wakil Ketua Komisi IV rasa Satpol PP. Kritik itu disampaikan mahasiswa bernama Yudha Dawami Abdas lewat Facebook yang menyebut itu bukan tugas Komisi VII.
Namun, Dedi Mulyadi menanggapi kritik tersebut lewat Youtubenya Selasa (16/11/2021). Belakangan, mahasiswa itu minta maaf, kemudan protes di Facebooknya dihapus.
Youtuber Gaya Coboy
Kang Dedi Mulyadi mungkin salah satu anggota DPR yang sangat mengerti memanfaatkan media sosial. Dia menggunakan Facebook dan Youtube melalui video-video keseharian yang menggugah simpati.
Dia kerap blusukan atau mengguakan gaya coboy di tengah masyarakat. Bahkan, dari hal-hal sepele sampai yang investigatif masalah perambahan hutan.
Contohnya, dia pernah membeli mangga dari penjual mangga mentah di pinggiran jalan yang sudah lama tidak pulang kampung. Dia tawar-menawar, dan menyarankan agar menjual mangga yang matang. Selain memborong mangga itu, dia memberi tambahan uang untuk pulang kampung dan sebagai modal untuk berusaha.
Pernah juga dia membongkar aksi tipu-tipu pengemis bermodus kaki buntung. Ternyata, kaki pengemis itu aslinya tidak buntung. Juga dia pernah
Kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel bahkan sudah banyak subscriber-nya. Bisa jadi dia satu-satunya anggota DPR RI dengan jumlah subscriber paling banyak.
Dilihat dari Social Blade pada 21 September 2022, jumlah subscribernya sudah mencapai 3,86 juta dengan jumlah upload mencapai 2.369 video.
Channel Youtube yang sudah dibuat sejak dia menjadi Bupati Purwakarta, yakni pada 16 November 2017, itu sudah ditonton sebanyak 993.147.315 view atau tayangan. Hampir 1 miliar. Bahkan, channel youtube-nya rata-rata ditonton 1 juta view per hari. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Geger! Dedi Mulyadi Kini Digugat Cerai Bupati Purwakarta
-
Sosok Effendi Simbolon, Anggota DPR RI yang Singgung Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Dudung Abdurachman, Berujung ke MKD
-
Profil Biodata Andi Rian Ryacudu Djajadi Lengkap Sosok Jenderal Polri yang Disorot Penampilannya, Ternyata Pernah Bertugas di Bosnia
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues