Suara Denpasar - Kondisi lembaga kehakiman di Indonesia benar-benar mengkhawatirkan. Ini sering penangkapan Hakim Agung Sudrajat Dimyati oleh Komisi Pemberantasan Koorupsi atau KPK.
Di sisi lain peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter menjelaskan, dari rekam jejaknya. Dimyati memang sempat tersandung masalah.
Salah satunya adalah dugaan percobaan penyuapan kepada anggota Komisi III DPR RI. Saat itu Dimyati mengikuti seleksi hakim agung pada 2013 yang masuk tahap fit and proper test.
Akibat dugaan tersebut, Komisi Yudisial (KY) turun tangan dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya? Tidak ditemukan bukti adanya penyuapan. Namun, setahun kemudian, dia terpilih menjadi hakim agung kamar perdata.
Di sisi lain ditambahkan oleh Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan. Tertangkapnya hakim agung bukan kali pertama terjadi di Indonesia.
Setidaknya ada tiga hakim agung yang sudah menjadi terdakwa, namun kasus lepas saat masuk peradilan.
Sayang, mantan hakim agung itu tidak menyebutkan siapa saja hakim agung yang sempat menyandang status terdakwa itu.
Dia hanya menyatakan dua orang berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki. Kondisi ini tentu seperti fenomena puncak gunung es semata.
Seperti diberitakan, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim Agung Sudrajad Dimyati terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung, Rabu (21/09) malam.
Baca Juga: Hakim Agung Kena OTT, Ini Memalukan dan Presiden Jokowi Harus Turun Tangan
Dua lembaga antirasuah itu, Dimyati terlibat sejumlah perkara suap dalam kasus yang ditangani Mahkamah Agung. Kasus ini, KPK sudah menetapkan 10 orang tersangka. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini