Suara Denpasar - Kasus yang membelit Lukas Enembe menjadi ujian terbaru dalam penegakkan hukum, termasuk gerakan anti korupsi di Indonesia.
Sampai sekarang, Gubernur Papua tersebut belum juga memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan sakit jantung bocor, ginjal, dan banyak lagi.
Bahkan, melalui pengacaranya Lukas meminta pihak KPK dan tim medis datang langsung ke Papua untuk mengecek kebenaran kondisi kliennya yang memang sakit parah.
Berbelit-belitnya penanganan kasus ini membuat Presiden Jokowi mengingatkan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk patuh dan menghormati panggilan dari penyidik KPK.
"Saya sudah sampaikan agar semuanya menghormati panggilan KPK dan hormati proses hukum yang ada di KPK," kata Jokowi saat berada di Base Ops Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 26 September 2022.
"Saya kira proses hukum di KPK semua harus dihormati. Semua sama di mata hukum," imbuh dia.
Informasi terbaru yang diterima denpasar.suara.com. Atas mangkirnya gubernur yang kabarnya memiliki tambang emas dan hobi judi itu.
Pihak KPK akan melakukan pemanggilan paksa. Bahkan langkah pengamanan sudah mulai dilakukan. Berikut dengan menerjunkan Brimob Nusantara yang berasal dari Brimob Maluku dan Brimob Sulawesi Utara.
Setidaknya ada tiga kompi tambahan kekuatan Brimob yang kini berada di Papua. Tujuannya guna menjaga kondusifitas daerah tersebut. Di bagian lain, sampai Selasa 27 September 2022 hanya terlihat simpatisan Lukas Enembe di kediamannya.
Baca Juga: Kang Dedi Tertawa Sembari Peluk Janda, Netizen Galfok sama Bintang Emon KW
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Mengangkat Tema Penyebaran Virus, Ini Sinopsis Film Korea Baru 'Colony'
-
AC Mobil Kurang Dingin Saat Cuaca Panas Ternyata Ini Penyebab Utamanya