Suara Denpasar - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menghancurkan ratusan HP bersama sejumlah barang bukti kasus yang telah in kracht atau berkekuatan hukum tetap. Selain HP, ada juga narkoba, uang palsu, miras ilegal, dan lainnya.
Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara dibakar, dihancurkan hingga dipotong menggunakan mesin gerinda. Kegiatan digelar di halaman belakang Kejari Denpasar pada Rabu (28/9/2022).
Kepala Kejari Denpasar, Rudy Hartono menjelaskan, pemusnahan barang bukti ini adalah bagian dari kegiatan rutin Kejaksaan Negeri Denpasar. Kata dia, kejaksaan selaku eksekutor, mengeksekusi barang bukti terhadap perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
"Tujuan dimusnahkan supaya tidak dipakai lagi dan menghindari penyalahgunaan karena ada narkoba dan barang bukti HP," jelas Rudy Hartono.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha menambahkan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus yang telah berkekuatan hukum tetap dalam kurun waktu dari Januari sampai September 2022.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 407 perkara. Mulai dari kasus narkotika, psikotropika, senjata tajam, uang palsu, minuman keras dan pita cukai palsu.
Barang bukti yang dimusnahkan seperti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 8,13 gram, ekstasi seberat 1,4 kg, ganja 11,3 kg, narkotika lain 12,15 gram, obat-obatan 10.352 tablet, tembakau 151,6 gram, tembakau sintetis 1,82 gram.
"Selain itu, ada juga uang palsu sebanyak 90 lembar pecahan Rp50 ribu dimusnahkan, senjata tajam 20 buah, dan HP 216 buah," jelas dia.
Kemudian ada juga berupa minuman keras, botol kosong, pita cukai palsu dan peralatan produksi minuman keras. Rinciannya terdiri dari 278 perkara narkoba, perkara orang, harta dan benda sebanvak 75 perkara.
Baca Juga: Cara Menghapus Pajak Kendaraan Bermotor yang Tak Terpakai Agar Tidak Muncul Tagihan
Kemudian, perkara keamanan negara dan ketertiban umum sebanyak 54 perkara dan perkara cukai sebanyak satu perkara. (MNP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar