- Lebih dari 20 negara mengecam Iran menutup Selat Hormuz, mengancam keamanan kapal dagang.
- Negara-negara tersebut menyatakan kesiapan berkontribusi menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
- Penutupan jalur vital ini menyebabkan harga minyak dunia naik signifikan karena terhambatnya ekspor energi.
Suara.com - Lebih dari 20 negara mengumumkan komitmen mereka untuk membuka dan menjamin keamanan kapal-kapal di Selat Hormuz, Teluk Persia. Mereka mengecam Iran yang telah menutup jalur lautan tersebut dan menyebabkan naiknya harga minyak dunia.
"Kami sangat mengecam serangan-serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk Persia, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk instalasi minyak dan gas dan penutupan Selat Hormuz secara de facto oleh militer Iran," kata 20 negara tersebut dalam pernyataan yang dilansir dari AFP.
"Kami menegaskan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya untuk memastikan pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Kami menyambut komitmen dari negara-negara yang sedang menyusun persiapan rencananya," bunyi pernyataan itu lebih lanjut.
Di antara 20 negara yang menandatangani pernyataan itu terdapat dua negara tetangga Iran, yakni Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
UAE sendiri menjadi salah satu negara yang paling sering ditembaki rudal dan drone oleh Iran sejak Israel dan Amerika Serikat memulai perang dengan mengembom Teheran pada 28 Februari lalu. Hingga 21 Maret, UAE sudah menangkal 341 rudal balistik, 15 rudal jelajah dan 1748 drone kiriman Iran.
Iran mengatakan, pihaknya menembaki UEA dan beberapa negara lain di Timur Tengah karena mereka memiliki pangkalan militer AS.
Tetapi negara-negara Arab mengatakan Iran tidak hanya mengincar pangkalan militer Amerika Serikat tapi juga mengincar infrastruktur sipil seperti hotel, bandara, pelabuhan, kapal-kapal tanker hingga instalasi perminyakan.
Sebelumnya Presiden Donald Trump sudah meminta para sekutunya di NATO dan negara lain seperti China, Pakistan dan India untuk bersama-sama membuka Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran.
Tetapi sekutu AS di NATO menolak ajakan tersebut. Demikian juga China, India dan Pakistan yang mengatakan mereka lebih memilih jalur diplomatik untuk membuka Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak
Menurut beberapa perusahaan analis maritim ada sekitar 700 kapal terperangkap di Teluk Persia dan sekitar 400 di antaranya mengangkut sekitar 200 juta barel minyak.
Penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi. Hal ini wajar karena Selat Hormuz adalah jalur ekspor sekitar 20 persen minyak dunia dan seperempat pasokan gas dunia.
"Kami mendesak moratorium segera serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk instalasi minyak dan gas," desak pernyataan tersebut.
Berita Terkait
-
Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April