Suara Denpasar – Kepempimpinan Dedi Mulyadi saat menjadi bupati Purwakarta ternyata cukup membekas bagi kalangan pegawai atau aparatur sipil negara (ASN). Itu terbukti saat dia pamitan setelah habis masa jabatan dari Bupati Purwakarta, kepergiannya ditangisi para pegawai.
Pamitan Dedi kepada pegawai berlangsung di Bale Sawala Yudhistira, Komplek Setda Purwakarta, Jalan Gandanegara Nomor 25, Selasa (30/1/2018).
“Tangis haru pecah mengiringi acara pamitan tersebut. Keharuan bertambah saat Dedi menyelami para pegawai satu per satu,” demikian dilaporkan dari Pemkab Purwakarta dikutip SuaraDenpasar.
Salah satu ASN, Ida Hamidah tampak tak kuasa menahan tangis saat Dedi Mulyadi selama 15 tahun menjadi pempimpin Kabupaten Purwakarta. Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi menjadi wakil Bupati Purwakarta pada 2003-2008. Kemudian menjadi Bupati Purwakarta pada 2008-2013, kemudian perideo 2013-2018. lanjut
Pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika ini tidak mampu menyembunyikan rasa sedih ketika suami dari Anne Ratna Mustika itu harus meletakan jabatan.
“Bapak itu selalu memberikan arahan kepada kami agar teliti dan mengikuti visi beliau,” kata Ida Hamidah.
Ia pun mengatakan, banyak terobosan yang dilakukan Dedi Mulyadi saat memimpin Purwakarta. Dia mengatakan, Dedi berani mengubah sistem yang rigid menjadi punya performa dalam menyelesaikan pekerjaan. Dedi juga selalu memberikan motivasi kepada para pegawai. Dia selalu menekankan agar pelaksanaan program mengedepankan inovasi berbasis kultur.
“Saat menjadi staff biasa, saya pernah dipanggil sama beliau untuk duduk, waktu itu beliau masih Wakil Bupati. Kata beliau, suatu saat euceu akan duduk di sini. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya. Secara capaian, beliau berhasil mengubah Purwakarta dari Kota Pensiun menjadi Kota Pariwisata. Inovatif sekali dalam programnya,” katanya.
Kang Dedi Mulyadi aslinya bukan asal Purwakarta. Dia asal Subang. Namun, Dedi merasa Purwakarta sudah seperti ibu. Purwakarta adalah tempat Dedi Mulyadi menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi, kemudian menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta, juga Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Purwakarta.
Baca Juga: H-1 Sidang Cerai, Kang Dedi Mulyadi dan Ambu Anne 'Perang' di Medsos, KONTRAS!
Setelah itu dia menjadi anggota DPRD Purwakarta pada 1999 dari Partai Golkar, dengan jabatan sebagai ketua Komisi.
Karier politiknya makin moncer setelah menjadi wakil bupati satu periode, kemudian menjadi bupati dua periode.
Selama memimpin Purwakarta, Kang Dedi menggunakan manajemen seorang ibu dalam mengatur rumah tangga, terutama keuangan. Hasilnya, Purwakarta yang dulu dikenal hanya sebagai daerah ‘pangliwatan’ (tempat lewat) ini, kini berubah menjadi daerah yang diperhitungkan di kancah nasional.
“Sejak sebelum menjabat sebagai Bupati, saya sudah jatuh cinta pada Purwakarta. Bagi saya, Purwakarta bagai ibu. Maka saya menggunakan ilmu seorang ibu untuk merawatnya,” jelas Dedi.
Dalam pamitan dengan para pegawai itu, Dedi memberi pesan agar menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai. Tanpa dirinya, pembangunan harus terus berlanjut.
“Saya titipkan Purwakarta kepada para punggawa di kabupaten ini. Jadilah pemimpin-pemimpin yang imajinatif dan penuh kreasi. Jangan menghitung dapat apa anda dari negara, tanyalah apa yang sudah anda berikan untuk negara,” kata Kang Dedi.
Di kemudian hari, istri Kang Dedi, Anne Ratna Mustika memenangkan Pilkada Purwakarta pada 2018. Namun, hubungan Anne dan Dedi saat ini sedang renggang. Sebab, Anne menggugat cerai suaminya itu ke Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022. Sidang perdana akan digelar 5 Oktober 2022 mendatang. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Bantah Jarang di Rumah, Ungkap Ini Jelang Sidang Gugatan Cerai
-
Besok Sidang Cerai, Ambu Anne dan Kang Dedi Adu Foto di Instagram, Siapa Lebih Menyentuh?
-
Besok Kang Dedi Mulyadi Jalani Sidang Perceraian dari Ambu Anne, PA Purwakarta Buka Suara
-
Kata Kang Dedi untuk Lesti Kejora: Jarang Ada Cinta Sehidup Semati...! Netizen Malah Bilang Itu Kang Dedi Menasehati Dirinya Sendiri
-
Sehari Jelang Sidang Cerai Dedi Mulyadi, Ini Penjelasan Pengadilan Agama Purwakarta Tentang Gugatan Anne Ratna Mustika
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh