Suara Denpasar - Masyarakat atau orang tua calon mahasiswa banyak yang mengeluhkan soal penerapan uang pangkal atau Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) di Kampus Univesitas Udayana (Unud).
Nominal uang dipatok berkisar Rp 10 juta sampai dengan Rp 150 juta dinilai masih terlalu tinggi oleh sebagian orang tua calon mahasiswa.
Banyak di antara mereka akhirnya memilih perguruan tinggi swasta (PTS) yang dinilai masih terjangkau.
"Saya pikir kuliah di universitas negeri seperti Unud biayanya ringan. Tapi, kenyataannya malah lebih besar daripada PTS dengan adanya SPI," kata Made Reken, salah satu warga kepada denpasar.suara.com, Jumat 7 Oktober 2022.
Menyeruaknya dugaan penyalahgunaan dana SPI di Unud, membuat dirinya prihatin. "Usut tuntas, kita dukung kejaksaan," ujarnya bersemangat.
Sebelumnya, Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto saat dikonfirmasi denpasar.suara.com, Jumat (7/10/2022) membenarkan rencana pemeriksaan lima pejabat Unud.
Adapun pejabat yang dipanggil adalah Kepala Biro Keuangan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Biro Akademik, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Koordinator Akademik dan Statistik, serta Koordinator Keuangan pada Fakultas Kedokteran.
Pemanggilan tersebut juga sudah disampaikan pihak kejaksaan melalui surat resmi ke Rektor Universitas Udayana tertanggal 27 September 2022. Kelimanya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan Penyalahgunaan dana SPI.
Mei 2022 lalu publik Bali juga terkejut bahwa besaran SPI juga menjadi salah satu faktor kelulusan mahasiswa yang masuk Unud lewat jalur mandiri.
Mekanisme tersebut sempat diprotes oleh BEM Unud. Rentang SPI Rp 10 juta sampai Rp 150 juta dinilai sangat memberatkan calon mahasiswa.
Khususnya bagi calon mahasiwa fakultas kedokteran yang sudah umum akan dikenakan SPI maksimal. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur