Suara Denpasar - Brigadir Jenderal (Brigjen) Krishna Murti mendapat jabatan baru sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri. Ini setelah lima tahun dia menjadi Kepala Biro Misi Internasional (Karomisinter) di Divisi Hubinter Polri. Dengan jabatan sebagai kepala divisi di Mabes Polri, maka Krishna Murti pun naik pangkat menjadi jenderal bintang dua atau inspektur jenderal (Irjen).
Nama Krishna Murti tidak asing lagi. Apalagi dia pernah menjadi Dirreskrimum Polda Metro Jaya yang menangani banyak kasus besar di Jakarta, salah satunya bom si Sarinah, Jalan MH Thamrin. Saat itu, dari Polda Metro Jaya tampil dengan kaus berkerah warna biru dongker dengan tulisan “Turn Back Crime”. Slogan yang dipakai Interpol.
Di kepolisian, meski kariernya sempat macet setelah dimutasi dari Wakapolda Lampung pada 2016, Krishna Murti sebetulnya lulusan Akpol 1991. Artinya, dia seangkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran; Kapolda NTB Irjen Muhammad Iqbal; Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Wahyu Widada; hingga Wakabaintelkan, Irjen Merdisyam yang mantan Kapolda Sulsel.
Dia juga atasan Ferdy Sambo di Polda Metro Jaya. Sebagaimana diketahui, saat Krishna Murti jadi Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Ferdy Sambo menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Metro.
Namanya kembali mencuat seiring dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang diotaki Ferdy Sambo. Sebab, banyak yang heran dengan moncernya karier Ferdy Sambo hingga menyalip mantan atasannya tersebut. Perlu diketahui, Ferdy Sambo diangkat jadi Kadiv Propam Polri sehingga meriah pangkat Irjen pada 2020 dalam usia 47 tahun.
Lantas, siapa sosok Krishna Murti? Bagaimana profilnya? Dari penelusuran Suara Denpasar dari riwayat hidupnya dan berbagai sumber, Krishna Murthi lahir di Jakarta pada 15 Januari 1970. Dia menyelesaikan SD di Jakarta pada 1982, kemudian SMP di Malang pada 1985, dan SMA di Bandung pada 1988.
Selepas SMA dia melanjutkan pendidikan Akpol dan lulus pada 1991. Setahun kemudian, dia resmi bertugas sebagai Pamapta Polresta Tegal, Jawa Tengah pada 1992. Kemudian dia sempat menjadi Kapolsektif Randudongkal Polres Pemalang pada 1993, lanjut sebagai Kasat Serse Polres Pemalang pada 1994.
Krishna Murti dipercaya juga sebagai Pengasuh Taruna Akpol pada 1994. Dia pernah didapuk sebagai Komandan Kontingen Polri pada 1996. Dia sempat juga bertugas sebagai Kanit Sersetik Polwiltabes Surabaya pada 1997.
Krishna Murti juga pernah menjadi Sespri Kapolda Metro Jaya (2000), Kapolsek Metro Penjaringan (2001), juga pernah jadi Koorspripim Kapolda Metro Jaya, Irjen Firman Gani (2004). Kemudian dia menjadi Kasat Reskrim Polres Jakut (2005), dan Wakapolres Depok (2006). Pada 2011, dia pernah memegang tongkat komando sebagai Kapolres Pekalongan pada (2011).
Baca Juga: Raih Bintang Dua, Warganet Doakan Khrisna Murti Jadi Kadiv Propram, "Sikat Anggota Bermasalah"
Karena kecerdasannya, dia pernah menjadi Staf Perencanaan PBB di New York (2011) dan Penerjemah Utama Divhubinter pada 2012.
Kemudian pada 2015, Krishna Murti memegang jabatan sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya dengan pangkat Kombes. Dia sempat menjadi Wakapolda Lampung sebentar, sebelum akhirnya ditarik menjadi Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri pada 2016. Saat itu sempat muncul kabar penganiayaan terhadap perempuan, dan diisukan terkait dengan Krishna Murti. Namun, hal ini dibantah Krishna Murti.
Walau begitu, kariernya tetap menanjang karena dia dapat promosi sebagai Karomisinter Divhubinter Polri sehingga pangkatnya naik jadi brigadir jenderal (brigjen) atau jenderal bintang satu pada 2017.
Setelah lima tahun berpangkat Brigjen, melihat beberapa juniornya menyalip, di antaranya Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa, Krishna Murti akhirnya ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri. Penunjukan Krishna Murti sebagai Kadiv Hubinter Polri bukan sebatas kebetulan, dia memang sudah berkali-kali mewakili Polri dalam penugasan di luar negeri, maupun dalam ajang internasional. Krishna Murti juga pernah mendapat pendidikan kepolisian di New York, AS.
Harta Kekayaan Krishna Murti
Sebagai penyelenggara negara, Krishna Murti tercatat melaporkan hartanya dalam LHKPN KPK. Terakhir kali dia melaporkan pada 21 Agustus 2022 lalu dengan total harta kekayannya sebesar Rp 3,36 miliar, atau persisnya Rp3.366.737.665.
Berita Terkait
-
Kepercayaan Publik ke Polisi Kini di Titik Nadir Terendah, Kasus Ferdy Sambo Jadi Pemicu Awal
-
Akhirnya, Krishna Murti Bisa Gapai Jenderal Bintang Dua, Samai Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa
-
Sosok AKBP Raindra Ramadhan Syah, Anak Buah Fadil Imran yang Kena Demosi 4 Tahun karena Ferdy Sambo
-
Sosok Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jadi Kapolres Jaksel Gegara Ferdy Sambo, Terkenal Polisi Cerdas, Bukan Kaleng-Kaleng
-
Sosok Brigjen Benny Ali, Putra Lampung, Seangkatan Kapolri tapi Bawahan Ferdy Sambo, Menunggu Sidang Etik
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo Geram! Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 Miliar, Padahal Jembatan Desa Ambruk
-
MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace