Suara Denpasar - Dedi Mulyadi atau Kang Dedi berbagi kisah tentang bagaimana dirinya harus dilaporkan ke polisi oleh pihak-pihak lain hanya karena wujud kecintaannya pada sang ibu.
Kisah ini ia ceritakan kembali sambil berlinang air mata jika mengenang peristiwa tersebut.
Dia menyebut bagaimana perjuangan berat sang ibu membesarkan anak-anaknya hingga dirinya pun sukses dalam karir politiknya.
Dia menjabat sebagai anggota DPRD, kemudian wakil bupati dengan usia yang sangat muda 30 tahun, lalu menjadi bupati, hingga anggota DPR RI.
Namun semua kesuksesan itu tidak bisa dinikmati oleh sang ibu karena ibunda kang Dedi sudah terlebih dahulu berpulang atau meninggal dunia saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati.
Kang Dedi mengenang bagaimana kepedihannya lantaran sang ibu yang telah susah payah membesarkan dan mendidiknya, namun saat sukses justru tidak bisa menikmatinya.
Awal mula cerita ini bermula dari ibu Kang Dedi yang meninggal dunia pada tahun 2003 silam.
"Februari 2003 ibu meninggal di rumah dinas, ada kepedihan, waktu susah kita nyusahan ibu, kok waktu saya punya pekerjaan punya jabatan yang luar biasa saya tidak bisa memberi apapun, tidak bisa membalas budinya, di situ saya kehilangan harapan, orang yang saya sayang sama kita tidak menikmati apapun, susahnya saja, senang tidak kebagian apa-apa," terangnya seperti yang ia ceritakan di akun youtube Kang Dedi Mulyadi Chanel, dikutip pada Rabu (12/10).
Pasca meninggalnya sang ibu tepatnya pada hari ke 40 dia harus mendapatkan kabar lantaran ada pihak yang melaporkan dirinya.
Baca Juga: Nikey Makan Bakso, Kang Dedi Hampir Nangis
Penyebabnya saat acara 40 harian memperingati meninggalnya sang ibu, karena saking cintanya dia kemudian melampirkan foto ibundanya.
"Karena itu foto kenangan terakhir foto ibu saya, dan karena saking sayangnya, saya melampirkan lembaran foto, bukan dalam alquran, setelah jilid qur'an itu saya tampilin foto kenangan ibu saya, dan tiba-tiba itu dipolitisasi menjadi isu seolah-olah saya melakukan penistan terhadap alquran, saya melakukan penistaan dalam agama," terangnya.
Aksi demo kata dia terjadi, dirinya juga menjadi bahan hujatan karena laporan itu.
"Penghujatan tiap hari, saya menjalani berbagai pemeriksaan, sebenarnya saya sangat sedih, kenapa sih orang tega bengat atas nama agama, kemudin atas nama agama melakukan hujatan, kriminalisasi pada orang yang tidak punya niat sedikiptun pada quran tapi itu sebagai wujud cintanya saya sama ibu," ungkapnya.
"Tapi karena memang tadak memenuhi unsur, saya bisa melewati masa pahit itu, dengan usia saya sangat muda harus menghadapi orang-orang yang sudah senior yang membawa isu agama," ungkapnya.
Setelah menjalani serangkaian penyelidikan diputuskan jika Kang Dedi tidak terbukti melakukan penistaan. ***
Berita Terkait
-
Sebelum Digugat Cerai, Kang Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gubernur Jabar setelah Ridwan Kamil, Bagaimana Sekarang?
-
Kang Dedi Mulyadi Tebak Suasana Hati Perempuan Muda Ini, Sampai Pengacara yang Bela Rizky Billar Dituding Bohong
-
Warganet Tanyakan Kesalahan Dedi Mulyadi Digugat Cerai, hingga Nikita Mirzani Labrak Netizen
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
Lompat Dari Jendela, Bule di Bali Bawa Kabur iPhone dan MacBook Senilai Rp58 Juta
-
Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 2026-2030? Begini Persiapan Panitia