Suara Denpasar – Nama Irjen (Purn) Maman Supratman tiba-tiba mencuat setelah anaknya, mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara ditangkap karena kasus jaringan narkoba yang melibatkan Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa. Ternyata, dia merupakan Akpol 1973 seangkatan Kapolri Jenderal Sutanto dan Bambang Hendarso Danuri (Bambang HD).
Irjen (Purn) Maman Supratman muncul ketika dia di tengah kasus yang membelit anaknya. Dia mengaku tahu persis tabiat anaknya bahkan mengikuti perjalanan kariernya.
“Setiap saat dia selalu berhubungan dengan saya bahkan melibatkan saya untuk memberikan advice sama dia," jelas Maman Supratman ketika akan menjenguk AKBP Dody Prawiranegara di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/10/2022).
Maman Supratman pun yakin anaknya tidak terlibat dalam jaringaan narkoba tersebut. Bahkan, dia mengaku pernah mendengar anaknya menolak sogokan Rp10 miliar dalam sebuah kasus besar saat menjadi Kapolres Bukittinggi.
"Dia agamanya kuat, saya bilang dia tidak seperti itu," kata Maman seraya menyebut anaknya kemungkinan besar dalam tekanan atasannya. Yakni Teddy Minahasa.
“Saya jamin itu, ini mungkin karena tekanan saja dan harus melaksanakan perintah pimpinannya," jelasnya.
Maman mengaku tidak bisa menjenguk anaknya, AKBP Dody Prawiranegara waktu itu. Karena harinya tidak tepat. Tahanan hanya bisa dijenguk hari Senin.
"Jadi saya harus balik lagi hari Senin," jelas Maman Supratman.
Lantas, siapa sosok Maman Supratman yang disebut jenderal bintang dua ini? Dari penelusuran Suara Denpasar dari sejumlah sumber, termasuk dari webblog Pratidina 73 dan PTIK, diketahui bahwa Maman Supratman merupakan jenderal kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 Desember 1949. Dengan demikian, usianya sudah 73 tahun.
Maman Supratman merupakan perwira tinggi Polri yang menempuh pendidikan kepolisian melalui jenjang AKABRI Udara pada 1970, kemudian melanjutkan AKABRI Bagian Kepolisian pada 1973 atau Pratidina 73.
Dengan demikian, Irjen (Purn) Maman Supratman merupakan Akpol 1973 (dulu masuk AKABRI Kepolisian) yang seangkatan dengan Jenderal Sutanto. Sebagaimana diketahui, Jenderal Sutanto merupakan lulusan terbaik Akpol 1973 sekaligus menjadi Kapolri pada 2005-2008. Pada Akpol 1973 juga ada Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang menjadi Kapolri pada 2008-2010.
Selain dua tamatan Akpol 73 yang jadi Kapolri, banyak lagi yang memegang jabatan penting. Di antaranya adalah Adang Firman yang menjadi Kapolda Metro Jaya.
Karier kepolisian Maman Supratman dimulai pada tahun 1974, ketika ditempatkan sebagai Perwira Samapta (Pamapta) di Polres Pacitan, Jawa Timur. Maman Supratman juga pernah menjadi Kapolsek Walikukun Polres Ngawi (1977-1978), kemudian menjadi Kasatlantas Polres Kota Madiun (1978-1981).
Maman Supratman pernah bertugas di Timor Timur (kini Timor Leste) dengan jabatan sebagai Wakapolres Same pada 1979-1980, kemudian menjadi Kasatlantas Polwil Madiun dari tahun 1981 sampai 1984.
Saat masih menjabat sebagai Kolonel (Kombes), Maman Supratman ditunjuk sebagai Kapolda Riau pada 2000 sampai 2001. Saat jadi Kapolda Riau itu, dia pun menyandang jenderal bintang satu atau Brigjen.
Tag
Berita Terkait
-
Sambil Terisak, Pensiunan Irjen Maman Supratman Sebut Anaknya AKBP Dody Prawiranegara Adalah Korban Atasan
-
Sosok AKBP Dody Prawiranegara, Anak Jenderal, Kini Terseret Pusaran Kasus Narkoba Teddy Minahasa
-
Jadi Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat Ngaku Salat Istikharah Lebih Dulu
-
Begini Cara Culas Irjen Teddy Minahasa dalam Jaringan Narkoba, Berkomplot dengan Bawahan
-
Bisnis Narkoba, Irjen Teddy Minahasa Punya Hotel: Alhamdulillah, Semua Kegiatan Birokrasi Terselenggara di Sana
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih