Suara Denpasar – Hotman Paris Hutapea, pengacara dari mantan Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa, mulai koar-koar soal barang bukti narkoba 5 kg yang ditukar dengan tawas. Dia mengklaim Teddy Minahasa tidak bermaksud menjual narkoba untuk keuntungaan pribadi, melainkan untuk memancing pembeli dan menangkapknya.
Hotman mengklaim Teddy Minahasa tidak bersalah dari penangkapan oleh Polda Metro Jaya terhadap sejumlah orang dalam jaringan narkoba di Jakarta Utara. Dia mengatakan, apabila Teddy berniat menjual sabu-sabu tersebut, Teddy tidak akan menunjukkan barang bukti saat merilis tangkapan 41 kg sabu-sabu yang dilakukan di Polres Bukittinggi.
"Jadi, kalau memang niat mau menjual kenapa diumumkan. Itu resmi diumumkan pada waktu press release barang bukti di depan Polres Bukittingi," kata Hotman Paris dikutip dari channel YouTube Kabar Siang pada Selasa (25/10/22).
Hotman mengakui Teddy meminta kepada AKBP Dody Prawiranegara agar barang bukti seberat 5 kg disisihkan. Dari keterangan polisi sebelumnya, sabu-sabu 5 kg itu atas perintah Teddy ditukar dengan tawas.
Namun, kata Hotman, mengatakan bahwa barang bukti 5 kg yang disisihkan maksudnya dijadikan umpan guna menangkap calon pembeli narkoba. Pada 24 September Teddy Minahasa memerintahkan Kapoles Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara agar barang bukti narkoba seberat 5 kg ditarik.
"Tanggal 24 September Kapolres Dody mengakui bahwa ada perintah dari Pak Teddy agar semua barang bukti ditarik yang semula direncanakan sebagai umpan agar semua ditarik," tutur dia.
Hotman mengatakan, Teddy punya alasan mengapa 5 kg BB yang menjadi umpan ini tidak jadi dijual alias ditarik kembali karena lokasi pemancingan pembeli narkoba, yakni Mami Linda, pemilik hiburan malam di Jakarta, tidak sesuai dengan arahannya yang menginginkan agar transaksi terjadi di wilayah Sumatera Barat, sesuai dengan wilayah hukum kekusaannya sebagai Kapolda Sumbar.
"TM maunya pemancingannya itu di wilayah Padang, tapi kok kebawa ke wilayah luar Padang," jelas dia.
Hotman pun menduga ada konspirasi antara Linda dengan mantan Kapolres Bukittinggi Dody Prawiranegara. Apalagi, katanya, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Teddy dan pengakuan pegakuan Dody Prawiranegara juga mengungkapkan adanya perintah menarik semua barang bukti narkoba yang akan dijadikan umpan untuk memancing dan menangkap pelanggan narkoba.
Baca Juga: Jadi Otak Peredaran Narkoba, Irjen Teddy Minahasa Melawan, Siapkan Langkah Ini!
"Jadi, di sini diduga ada konspirasi antara Linda sama si Kapolres ini," aku dia.
Hotman Paris juga mengaku bahwa kliennya tidak pernah melihat dan menyentuh barang bukti narkoba 5 kg hasil penyisihan dari BB 41 kg tangkapan Polres Bukittinggi.
"Teddy Minahasa tidak pernah melihat itu barang bukti. Tidak pernah menyentuh," aku dia.
Apakah ini hanya skenario Teddy Minahasa dan pengacaranya untuk cuci tangan dari kasus narkoba yang membelitnya? Yang jelas, Dody Prawiranegara menegaskan bahwa Teddy Minahasa yang menginisiai penjualan sabu-sabu dari sebagian BB tangkapan di Polres Bukittinggi.
Pengacara dari Dody, Adriel Purba menyatakan bahwa ada pesan WhatsApp dari Teddy Minahasa yang masuk ke kliennya. Isinya, permintaan Teddy kepada Doddy menyisihkan seperempat BB sabu-sabu.
"'Mas, pisahkan, ya, Mas, seperempat'," ujar Adriel di kantor LPSK mengutip bunyi chat Teddy Minahasa yang masuk ke WA kliennya.
Berita Terkait
-
Alasan Hotman Paris Terima Tawaran Jadi Kuasa Hukum Irjen Teddy Minahasa, Bermula Dari Kopi Joni, Bantu Masyarakat Kecil
-
Profil Irjen Maman Supratman, Ayah AKBP Dody Prawiranegara, Akpol 73 Seangkatan 2 Kapolri
-
Hotman Paris Jadi Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Netizen: Jadi Gak Respect, Unfollow, Bang!
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Otak Sindikat Narkoba, BB 5 Kg Sabu-Sabu
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor