Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi memberikan jawaban soal tudingan dirinya jarang di rumah dalam setahun terakhir ini.
Dalam sejumlah kesempatan Anne Ratna mengatakan jika Kang Dedi jarang di rumah, bahkan pergi pagi pulang tengah malam atau menjelang pagi lagi.
Hal ini sempat dikatakan Anne Ratna dalam sebuah kesempatan dialog dengan warga beberapa bulan lalu.
"Kalau Kang Dedi dulu itu jarang di rumah, Pak. Jadi, berangkatnya subuh bersepeda, ngecek, nanti pulangnya pagi lagi, Pak, jam 3 - jam 4," jelas Ambu Anne dalam sebuah pertemuan dengan anggota DPRD Jambi.
Selain itu dalam alasan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta, Kang Dedi juga disebut melanggar syariat dn kewajiban sebagai suami seperti memberikan perhatian kepada istri.
Kini setelah proses perceraian bergulir, Kang Dedi seolah memberikan jawaban atas tudingan tersebut.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini mengaku bingung juga dengan apa yang dilakukan oleh istrinya dengan menggugatnya cerai.
Padahal selama ini kesibukannya setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Purwakarta mengurus sang buah hati paling kecil Hyang Sukma Ayu.
Dia kembali menegaskan jika selama ini kesibukannya selalu di rumah dan mengurus anak dan tidak kemana-mana.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Ingatkan Siapa yang Bawa Anne Ratna Jadi Bupati, 'Anda yang Dapatkan Manfaatnya'
"Kalau bicara persoalan keadaan jujur, setelah saya bekerja jadi anggota DPRD 3 tahun kabupaten, kemudian saya jadi wakil bupati saya menikah, kemudian bekerja, saat jadi bupati bekerja, selesai jadi bupati santai, saya banyak menghabiskan waktu pagi sampai malam hanya untuk ngasuh niniang (anak ketiga), dan itu 1,5 tahun saya ngasuh anak, total gak kemana-kemana," ungkapnya.
"Banyak waktu yang saya gunakan di rumah bersama niniang, di rumah juga tidak sama siapa-siapa," ungkapnya.
Kini sidang gugatan perceraian terus bergulir di Pengadilan Agama Purwakarta. Tiga kali sidang sudah berlangsung.
Namun mediasi masih terus dilakukan lantaran belum ada upaya untuk mencabut gugatan perceraian yang dilayangkan oleh Anne Ratna.
Sidang pun kembali digelar pada pekan depan dengan agenda masih untuk mediasi kedua belah pihak.
Jika tidak ada pencabutan gugatan perceraian dan tidak ada titik temu, maka perceraian menjadi jalan terakhir bagi pasangan publik figur ini.
Pasangan ini sudah dikaruniai tiga orang anak dan terkecil masih tiga tahun. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Lagu Swim BTS Digugat soal Hak Cipta, BigHit Music Tegaskan Karya Orisinal
-
Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Viral Rembesan di Tanggul Porong Sidoarjo: Ini Hasil Pengecekan BPBD
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten