Suara Denpasar - Sebelum diblokade Mbak Bulan, sejatinya Denise Chariesta memiliki 3 rencana yang unik dan menarik, pasca pengakuannya sebagai wanita simpanan 4 tahun lamanya.
Namun sosok Mbak Bulan membuyarkan rencana matang itu, sehingga Denise Chariesta tidak bisa merealisasikan keinginannya pasca selingkuh dengan sosok RD sejak tahun 2018 lalu.
Mbak Bulan yang diduga adalah Luna Maya menghalangi beberapa jalur podcast Denise Chariesta, seperti ke Deny Sumargo (Densu) dan ke Uya Kuya.
Dengan cara itu, Denise Chariesta tidak bisa leluasa speak up dan menggoyang rumah tangga RD yang disangka kuat merupakan Regi Datau, suami Ayu Dewi.
Hal ini membuat Denise Chariesta merasa terpojok karena rencana matangnya menjadi mentah pasca gerak senyap Luna Maya.
"Tapi ini gue dipojokin. Gue podcast sama Densu belum tentu ditayangin, terus podcast gue lain-lain di-cancel," geramnya saat konferensi pers dikutip dari Instagram @tante.rempong.official, Jumat (4/11/2022).
Akibatnya, Denise Chariesta kini hanya mampu untuk speak up di media sosialnya sendiri saja.
"Ya udah, ini memaksa gue untuk ngomong di youtube gue sendiri dan memaksa gue untuk ngomong ke kalian (wartawan)," tutur pengusaha bunga ini.
Menariknya, Denise Chariesta mengaku bahwa awalnya ia berkeinginan menjaga isu perselingkuhan itu tidak melebar dan viral.
"Tadinya gue mau menjaga dan mau minta maaf. Gimana gue mau menjaga, kalau gue dipojokin dan dibungkam," urai selebgram berusia 31 tahun ini.
Selain berencana mengakui perbuatannya dan meminta maaf pada istri dari RD, Denise Chariesta juga punya rencana ketiga untuk melengkapinya yakni memberikan nasihat tentang perselingkuhan melalui podcast.
"Gue maunya ngomong di podcast yang sebenarnya terjadi, biar pesan gue tersampaikan," akunya.
Menurutnya, ada satu hal yang publik harus tahu bahwa perselingkuhan ini tidak dibenarkan walaupun kini dianggap wajar.
"Kalian juga harus tahu di zaman sekarang perselingkuhan walaupun tidak dibenarkan, tapi itu sudah dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar," bebernya.
Oleh sebab itu, Denise Chariesta ingin agar jika terjadi perselingkuhan, maka tidak hanya menyalahkan wanita simpanannya.
Berita Terkait
-
Rencana Matang Denise Chariesta jadi Mentah Terkena Gerak Senyap Mbak Bulan, Luna Maya Selamatkan Rumah Tangga Regi Datau dan Ayu Dewi?
-
Kok Bisa? Denise Chariesta Sempat Tolak Podcast, Kini Bingung Panggung Usai Dihadang Luna Maya
-
Petuah Denise Chariesta Usai Diportal Luna Maya, Singgung Cinta Segitiga dengan Reino Barack dan Syahrini?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?