/
Jum'at, 11 November 2022 | 17:11 WIB
Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama menyatakan menolak aspirasi rakyat di tengah G20. (DPRD Bali)

Suara Denpasar - DPRD Provinsi Bali membuat kebijakan mengejutkan di tengah gelaran KTT G20 di Bali. Seperti dinyatakan Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama bahwa lembaganya untuk sementara menolak aspirasi rakyat.

"Termasuk (aspirasi) apapun itu, baik (aspirasi) adat, apa pun, karena itu rentan memancing. Apalagi yang anarkis, saya titip Brimob sikat aja kalau ada yang mengacaukan kantor DPRD ini," kata Adi Wiryatama. Kamis (10/11/2022).

Pernyataan politikus PDIP asal Tabanan ini disampaikan seusai bertemu dengan pasukan Brimob di aula belakang Kantor DPRD Bali. Dia menyatakan, penolakan aspirasi dari rakyat selama gelaran KTT G20 di Bali sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif menjelang puncak Presidensi G20, mulai 10 sampi 20 November 2022.

Adi Wiryatama menyatakan, faktor keamanan rentan dari situasi politik. Karena, kata dia, jika keamanan kacau, maka politik juga hancur. Karena itu, Adi Wiryatama mengaku bersama unsur pimpinan lain sudah sepakat  untuk tidak menerima aspirasi dalam bentuk keramaian hingga 20 November 2022.

Dia pun menyatakan, bila ada rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi dipersilakan setelah tanggal 20 November 2022, yakni setelah G20 selesai. Dia pun kembali menegaskan bahwa keamanan Bali di tengah even G20 tidak boleh dicoreng oleh kegiatan yang dapat mengganggu.

"Tidak boleh dicoreng hal kecil berupa demo. Saya titip jaga juga itu ke rekan-rekan Brimob jaga rumah rakyat yang juga rumah politik ini," terang ayah dari mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ini.

Mantan Bupati Tabanan dua periode ini juga meminta agar Brimob menjaga even Presidensi G20 dengan optimal. Kata dia, apabila presidensi G20 ini sukses, maka akan berimbas kepada pengakuan dan nama baik Bali sebagai daerah yang aman dikunjungi.

"Kesuksesan itu bergantung dari tingkat keamanan rekan-rekan aparat, termasuk Brimob yang ada di sini," jelas Adi Wiryatama.

Adi Wiryatama juga berpesan bahwa aparat Brimob dipersilakan menggunakan fasilitas apa pun yang ada di DPRD Bali guna menjaga Presidensi G20 Indonesia.

Baca Juga: Kang Dedi Tak Pernah Tidur di Rumah Mertua

"Dasarnya adalah keamanan, kalau tercoreng sedikit berarti kita gagal. Kita tidak mau gagal, keamanan harga mati, harga mutlak," katanya.

Tidak berhenti di sana, Adi Wiryatama juga mengharapkan dengan aman dan lancarnya Presidensi G20 maka akan menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. (Antara)

Load More