Suara Denpasar - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Komite Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) menggelar diskusi Jumat (4/11/2022) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampus Unud, Jalan Sudirman, Denpasar Bali. Dalam diskusi itu, mempertanyakan apa kontribusi G20 untuk rakyat Bali.
Diskusi dengan tajuk "Pro Kontra G20: Rakyat Bali Dapat Apa" dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi.
I Nyoman Mardika, Dewan Pendiri Yayasan Bintang Gana Bali yang merupakan pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa perhelatan G20 di Bali tidak berkontribusi apa-apa untuk masyarakat Bali, justru merugikan masyarakat karena kegiatan masyarakat dibatasi.
"Masyarakat Bali sebetulnya telanjur ditenangkan oleh narasi-narasi pemerintah terkait manfaat G20 di Bali. Namun jika ditelisik lebih jauh yang terjadi hanyalah glorifikasi terhadap G20 tanpa mengetahui manfaat dari G20 sebetulnya," kata Nyoman Mardika.
Selanjutnya Nyoman Mardika menjelaskan bahwa perhelatan G20 dipakai menjadi alat oleh pemerintah untuk menekan masyarakat yang berusaha mengkritisi manfaat G20.
"Ada beberapa teman-teman termasuk saya sering diintimidasi oleh pemerintah atau penguasa untuk melakukan diskusi terkait G20," katanya.
Menurut Mardika "Pro dan kontra terhadap suatu kebijakan pemerintah mestinya dianggap biasa di dalam lingkup demokrasi, kalau diskusi-diskusi yang pro terhadap pemerintah difasilitasi ruang ekspresi, kenapa yang kontra dibatasi dan dianggap tidak paham tentang G20," kata Nyoman Mardika.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa G20 adalah agenda kapitalis yang terselubung dalam program pemerintah.
"Jadi kalau bicara soal manfaat G20 hanya akan diperuntukkan kepada kapitalis atau pemilik modal saja sedangkan masyarakat seperti petani nelayan dan pedagang-pedang kecil hanya sebagai penonton," ujar Dewan Pendiri Yayasan Bintang Gana Bali itu.
Baca Juga: Mau Masuk Fakultas Hukum Unud Bali? Siapkan Dana Sumbangan sampai Rp190 Juta agar Lolos
Sementara itu El dari Komite Nasional Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa ketika berbicara soal G20, masyarakat Bali mestinya yang paling kritis karena perhelatan G20 di Bali.
El menjelaskan bahwa menjelang perhelatan G20 di Bali, pemerintah Bali hanya fokus pada pembangunan seperti perbaikan jalan, membongkar spanduk-spanduk yang dianggap kotor bahkan saat terjadi banjir di Kabupaten Jimbrana, keterlibatan pemerintah sangat minim karena fokus pada pencitraan yang disiapkan pemerintah untuk menyambut tamu-tamu G20.
El menyatakan G20 hanya menguntungkan negera-negara yang memiliki modal untuk mengatur Indonesia.
"Indonesia hanya akan menjadi alat bagi negara-negara besar yang memiliki modal di dalam forum Presidensi G20," kata El.
Senada dengan Nyoman Mardika, El menyatakan G20 tidak memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Bali. (*/Aryo)
Berita Terkait
-
Dewa Gede Wirama Bungkam, Komang Teken Sembahyang di Pura Kejati Bali
-
Tangan Kanan Rektor Unud Diperiksa Penyidik Kejati Bali
-
Lima Jam, Tiga Pejabat Unud Diperiksa dan Belum Keluar dari Gedung Kejati Bali
-
Baliho dan Spanduk di Jalur Delegasi G20 Dicabuti, Pedagang: Ya Mau Gimana?
-
Kejati Bali Ancang-ancang Panggil Rektor Unud: Jaksa Puldata Dokumen Keuangan Mahasiswa Baru
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Makin Panas! Presiden Inter Milan Serang Balik Direktur Juventus Giorgio Chiellini
-
'Hilang Huma(n)': Ketika KoBer Membaca Krisis Pangan sebagai Krisis Peradaban
-
Igor Tudor Datang, Pelatih Keturunan Indonesia Pergi dari Tottenham Hotspur
-
Tersandung Izin Kerja seperti Maarten Paes, Van Persie Akali Aturan Demi Raheem Sterling
-
Dianggap Punya DNA United, Pelatih Elkan Baggott Dirumorkan Bakal Gantikan Carrick di MU
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Targetkan Piala Dunia, John Herdman Waspadai Ekspektasi Publik Bisa Jadi Kutukan Timnas Indonesia