/
Kamis, 17 November 2022 | 08:30 WIB
Kelian Subak di Seririt lapor polisi karena saluran irigasi dirusak dijadikan jalan oleh pengembang perumahan. (IST/Beritabali.com)

Suara Denpasar - Kelian Subak Buluran, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Made Sarjana (55) melaporkan dugaan perusakan saluran irigasi ke Polsek Seririt, Rabu (16/11/2022). Saluran irigasi di Subak Buluran, Banjar Dinas Urwa diduga dirusak oleh pengembang perumahan.

Sarjana melapor ke polisi bersama Kelian Tempek Taman dan Dalem, Nyoman Arya Trijaya didampingi kuasa hukumnya, Gusti Putu Adi Kusuma Jaya.

"Yang kami laporkan perusakan saluran irigasi subak yang ditimbun oleh pihak pengembang perumahan. Karena menutup saluran air sehingga tidak bisa mengairi sawah," kata Sarjana.

Sarjana melanjutkan, saluran irigasi yang mengairi 25 hektare lahan sawah itu kini tidak bisa difungsikan. Dijelaskan lebih lanjut, saluran irigasi itu mengairi 5 hektare sawah milik 5 orang petani. Dia membeberkan, saluran irigasi ditimbun pengembang dan dibangun jalan pemukiman kawasan perumahan sejak 2019. 

"Sehingga saluran irigasi tidak bisa difungsikan kembali. Anggota subak lainnya mengeluh karena tidak dapat air," jelas dia.

Sarjana mengatakan, penimbunan saluran irigasi tersebut membuat kawasan sekitarnya juga mudah tergenang apabila terjadi hujan deras.  Dikatakan, saluran irigasi itu memiliki panjang sekitar 150 meter.

"Saluran air sekarang dialihkan ke timur, volumenya menjadi sedikit. Makanya setiap ada hujan kawasan itu menjadi banjir sekarang, karena dulunya tempat penampungan air," beber dia.

Kuasa hukum Sarjana, Gusti Putu Adi Kusuma Jaya menambahkan, pihaknya berharap polisi segera mengungkap pelaku dugaan perusakan saluran irigasi tersebut. 

"Terkait siapa pelakunya, itu kewenangan polisi untuk melakukan penyelidikan," kata pria yang akrab disapa Gus Adi, ini.

Baca Juga: Disebut Provokator G20 oleh Akun Bodong, Ketua BEM Universitas Udayana Buka Suara

Yang terpenting, kata Gus Adi, saat itu dilihat para saksi saluran irigasi tersebut telah ditimbun dan dijadikan jalan. Akibat dari perbuatan itu, fungsi irigasi hilang.

"Efeknya, banjir di pemukiman hingga pemilik sawah tidak bisa mendapatkan air," beber dia.

Kapolsek Seririt AKP I Made Suwandara menjelaskan, laporan dugaan perusakan saluran irigasi di Subak Buluran sudah diterima di SPKT Polsek Seririt. Pihaknya juga belum mengetahui pihak yang dilaporkan.

"Masih akan kami dalami dan pelajari laporannya," kata Suwandara. (Beritabali.com)

Load More