Suara Denpasar - Jauh sebelum Feby Sharon buka-bukaan soal kelakuan eks Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto yang memiliki banyak istri, ternyata dia pernah melaporkan kasus pernikahan tanpa izin hingga penganiayaan yang dilakukan Aris. Laporan itu dilayangkan ke Propam Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2009.
Pada waktu Feby melaporkan ke Bidang Propam Polda Kepri, Aris Rusdiyanto masih menjabat sebagai Kapolsek KP3 Tanjung Pinang. Pangkat Aris Rusdiyanto saat itu masih ajun komisaris polisi (AKP), dan baru lulus dari pendidikan di PTIK dengan gelar sarjana ilmu kepolisian atau SIK.
Kisah dugaan penganiayaan yang dilakukan Aris Rusdiyanto ini diumbar Feby Sharon saat datang dalam podcast Uya Kuya TV yang tayang pada Senin (21/11/2022).. Kepada Uya Kuya dia membeberkan kronologi dia akhirnya mengetahui bahwa Aris Rusdiyanto memiliki istri lain, selain dirinya.
Feby Sharon awalnya menjelaskan bahwa dia menikah dengan Aris Rusdiyanto pada tahun 2007. Dari penelusuran riwayat hidup Aris Rusdiyanto, diperkirakan saat itu dia baru meraih pangkat AKP dengan jabatan sebagai Kasubden 3 Den B Sat I Gegana Brimob. Akan tetapi, buku nikah baru terbit pada tahun 2008.
Pada awal menikah, Feby Sharon tetap tinggal di Jakarta. Sedangkan Aris Rusdiyanto berpindah-pindah tugas dari Batam, Semarang, hingga Papua. Kemudian pada 2009, Aris Rusdiyanto mendapat promosi sebagai Kapolsek KP3 Tanjung Pinang. Setelah itu, Aris jarang pulang ke Jakarta untuk menemui Feby. Sehingga Feby mencarinya sampai ke Kantor Polsek KP3 Tanjung Pinang.
Saat dia datang ke Kantor Polsek KP3 Tanjung Pinang, Aris Rusdiyanto membawanya ke sebuah hotel. Di dalam hotel itu sempat ada keributan karena Aris Rusdiyanto ditelepon seorang perempuan. Karena mendengar suara perempuan, Feby Sharon bertanya siapa ini. Sebab katanya yang menelepon Kapolda, namun malah terdengar suara cewek.
Saat itu, Feby malah dimaki oleh perempuan tersebut dengan kata anji**. Aris Rusdiyanto pun meminta Feby diam. Karena terjadi rebutan HP, akhirnya Feby malah dianiaya Aris. Dia dipukuli hingga beberapa bagian tubuhnya membiru.
“Aku dipukuli pakai tangannya. Nyampe aku kan dulu pakai behel, berdarah (di mulut), biru-biru (menunjuk lengan),” jelas dia di Uya Kuya TV yang dikutip Suara Denpasar, Selasa (22/11/2022).
Feby Sharon mengaku tidak pernah melihat suaminya, Aris Rusdiyanto, memukulinya sampai separah itu. Apalagi ada anak. Akhirnya ada dua senior Aris datang. Aris meminta membantu Feby.
Baca Juga: Gempa Cianjur Jadi Bahan Tertawaan Anggota DPR RI, Netizen Emosi: Orang Tidak Punya Kapasitas!
Setelah itu Feby diberi tahu dua polisi itu bahwa Aris Rusdiyanto sudah memiliki istri sah lainnya. Istri sah itu adalah Melani Rizki Hayu SE.
“Aku syok banget,” terangnya.
Usai peristiwa penganiayaan ini, Feby Sharon melakukan visum di Tanjung Pinang. Setelah itu dia pulang ke Jakarta. Namun setelah ditunggu 3 minggu, tidak ada kabar dari Aris Rusdiyanto. Feby Sharon pun melapor ke Propam Polda Kepri lewat surat pada 2009 tersebut. Selain itu, Feby juga bersurat ke Komnas Perempuan, Kompolnas, dan KPAI. Waktu itu dia didampingi LBH.
“Hasilnya dari Propam (Polda) Kepri-nya ya begitu-begitu. Tidak ada tindakan,” terangnya. Setahun setelah peristiwa itu tidak ada kabar dari Aris Rusdiyanto. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli
-
3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan
-
Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia
-
Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi
-
Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global
-
Manga Aksi-Time Travel Fate Rewinder Diadaptasi Anime TV, Tayang April 2027
-
Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu