Suara Denpasar - Perseteruan Dewi Perssik dengan para Haters terus berlanjut. Dikutip denpasar.suara.com dari kanal Youtube @cumicumi, Senin (28/11/2022), diketahui bahwa pedangdut seksi itu kembali menyerahkan bukti serangan hatets di dunia maya yang dinilai merugikan dirinya dan keluarga.
Bahkan sang bunda di kampung halaman sampai sakit dan dirinya juga kehilangan beberapa pekerjaan.
Untuk menghindari tekanan psikologi para Haters, Dewi Perssik juga meminta sang bunda untuk keluar dari grup media sosial pengajian yang diikuti.
Sebab, dari grup itu sang bunda mendapat kiriman video yang tidak benar tentang dirinya.
Barang bukti baru yang menyasar para Haters tersebut telah diserahkan Dewi Perssik ke Polres Depok. Dia juga mengaku tidak capek untuk membela harga dirinya dan keluarga. Apalagi, para Haters sudah mengerang pribadinya.
"Kalau sudah basah masuk sumur ya sekali saja. Sudah basah dan saya tidak mau setengah-setengah. Apalagi, orang tua saya sempat sakit," papar dia.
Dia secara pribadi mengaku sudah memaafkan para haters, namun untuk urusan hukum harus jalan terus.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh kuasa hukum pemilik goyang gergaji itu, Sandy Arifin. Bahkan, kata dia, sampai saat ini belum ada pencabutan laporan terkait para haters tersebut.
Langkah hukum dan tanpa perdamaian sampai di pengadilan itu juga sebagai komitmen untuk memberikan efek jera para Haters dalam bermedia sosial.
Baca Juga: 3 Penyebab Daniel Mananta Depresi Berat, Diselamatkan Sandra Dewi Hingga Kini lebih Nerimo
Sebab, tidak semua orang akan diam jika terus dihina dengan kabar yang tidak benar dan menjatuhkan harga diri. "Untuk oknum-oknum yang tidak sopan dan mencemarkan nama baik klien kami," tegas dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Petaka di Perairan Sumenep: Perjuangan Terakhir Kakek Rusdi Saat Perahu Keluarga Karam
-
Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Lagu Swim BTS Digugat soal Hak Cipta, BigHit Music Tegaskan Karya Orisinal
-
Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan