Suara Denpasar – Pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Tjok Oka Sukawati alias Cok Ace mengundang kalangan akademisi Hindu untuk bereaksi.
Pasal sesuai rilis yang diterima dari Pemprov Bali, Wabup Cok Ac menyebutkan jika adat, tradisi, dan budaya di Bali bukan berasal dari agama.
Melainkan murni dari budaya asli masyarakat Bali itu sendiri dan tanpa adanya budaya, Bali disebutkan tidak ada apa-apanya.
Akademi Universitas Hindu Negeri (UHN) Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. I Made Surya Pradnya menjelaskan bali dikenal dengan adat dan budaya yang bernafaskan agama Hindu.
jadi Tanpa Agama yang menjadi spirit dalam nafas masyarakat Hindu Bali, pariwisata Bali tidak akan dikenal seperti saat ini.
Menurut DR. Surya Pradnya mengatakan budaya ada dan tradisi di Bali bernafaskan agama Hindu.
Karena spirit d agama hindu itulah tradnisi ada dan budaya di Bali dipegang teguh oleh masyarakat Bali.
“Agama Hindu adalah spirit dari budaya, adat tradisi itu sendiri,” kata Dr. Surya Pradnya, Jumat (9/12)
Akdemisi yang menyandang Doktor Ilmu Agama Hindu termuda itu menyatakan setiap nafas orang Bali bernafaskan agama.
Baca Juga: 'Anti Cuti' Presiden Jokowi Tetap Jalankan Tugas Negara Disela-sela Acara Siraman Kaesang Pangarep
“Karena setiap budaya dan tradisi yang dilakukan adalah ada agamanya dan pemujaan terhadap Tuhan,” tegasnya
Ia pun memberikan contoh jika tradisi megambel, dan juga tari-tarian yang mengundang minat orang berkunjung ke Bali karena bernafaskan agama Hindu.
“ Mengabel ada Tuhan-nya, ngigel (menari) ada Tuhan-nya. Terlebih tari-tarian sakral seperti Rangda dan lainnya. itukan ada agamanya,” ujarnya.
Jro robi demikian ia bisa disapa, mengatakan jika budaya tanpa agama maka akan menjadi kreativitas biasa dan tidak memiliki taksu.
“Jadi budaya bisa berkembang karena ada spirit dari Agama Hindu. Itu yang kemudian membuat budaya dan tradisi itu hidup.
“Karena bhakti terhadap Tuhan itu kemudian muncul tradisi, adat, budaya, dan agama itu tradisi. jangan dibalik,” tegas Dr Surya Pradnya.
Pernyataan jika adat, tradisi, dan budaya di Bali bukan berasal dari agama disampaikan Cagub Cok Ace saat menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (7/12).
Cok Ace menuturkan, tradisi di Bali juga memperoleh akulturasi dari budaya lain seperti China dan Middle East.
Budaya Cina, kata dia, masih berlanjut hingga saat ini begitu juga dengan Middle East. “Sehingga jika diperhatikan banyak arsitektur Bali juga menyerap arsitektur Middle East,” katanya. (Rizal/*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau