Suara Denpasar – Anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi menyoroti kebijakan anggaran era Bupati Anne Ratna Mustika. Dia menelanjangi politik anggaran saat istrinya memimpin.
Dia bingung istrinya, Bupati Anne Ratna Mustika membeli puluhan mobil dinas dan ratusan sepeda motor senilai belasan miliar, tidak bisa bayar utang dana bagi hasil (DBH) untuk desa yang tinggal Rp19,7 miliar.
Hal itu disampaikan Kang Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi dan Kepala BKAD Purwakarta, R. Muchamad Nurcahja. Percakapan mereka tayang di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (9/12/2022).
Dalam pertemuan itu, Kang Dedi menyinggung soal belanja kendaraan dinas yang sangat besar. Saat itu Nurcahja beralasan hal itu diperlukan karena ada kendaraan dinas yang usianya sudah 10 tahun.
“Ada lho yang 5 dan 4 tahun!” tohok Kang Dedi.
“Gak ada, Pak,” Nurcahja menyela.
Kang Dedi Mulyadi pun menyebut ada pengadaan kendaraan dinas untuk camat sebanyak 17 unit. Nurcahja mengakui ada pengadaan itu. Namun, dia beralasan, saat ini ada 28 pejabat eselon 3 yang memerlukan kendaraan dinas.
“Pertanyaan saya, apakah pembelian kendaraan dinas itu bisa ditunda gak? Kalau gak dibelikan kendaraan baru apakah macet pelayanan?” tanya Kang Dedi.
Nurcahja mengakui kalau pun tidak membeli kendaraan dinas, pelayanan tidak akan terganggu. Kang Dedi menanyakan lagi, lebih penting mana menunda kendaraan dinas pejabat dengan bayar utang DBH. Nurcahja tak bisa menjawab. Dia hanya menyatakan bahwa itu kebijakan bupati.
Dedi Mulyadi kembali mencecar, lebih penting mana, kegiatan yang dikelola even organizer (EO) untuk kegiatan Pemda yang sampai Rp7 miliar dengan bayar DBH. Lagi-lagi, Nurcahja tak bisa menjawab. Dia hanya menuding itu kebijakan atasannya.
Lebih lanjut, Kang Dedi juga menyinggung soal rapat-rapat yang banyak digelar di hotel. Padahal, pada saat dia memimpin Purwakarta, sudah membangun sejumlah Gedung. Di antaranya Gedung Yudistira dan Gedung Janaka.
“Bahkan, Gedung Yudistira itu jauh lebih bagus, lebih mewah. Gak ada hotel di Purwakarta yang punya ini, gak ada gedung bertingkat seperti ini. Pertanyaannya kenapa banyak kegiatan di Pemda Purwakarta di hotel?” tanya Kang Dedi.
Nurcahja kehabisan kata-kata. Dia tak bisa menjawab secara lugas. Lagi-lagi, ujung-ujung dia hanya bisa menjawab itu kebijakan pimpinan.
Tidak itu saja, Kang Dedi Mulyadi sampai menyinggung anggaran mengetik yang lebih besar daripada anggaran yang bisa dirasakan publik secara langsung.
“Menurut saya, kalau anggaran Rp2,5 triliun diperas, (utang DBH) yang Rp19,7 miliar bisa bayar gak?” tanya dia.
Berita Terkait
-
Ambu Anne Siap-Siap Saja, Kang Dedi Akan Ungkap Uang Miliaran Biaya Kampanye Jadi Bupati di Depan Hakim
-
Kang Dedi Mulyadi Telanjangi Kebijakan Anggaran Istrinya Memimpin Purwakarta: APBD Naik, Pembangunan Turun
-
Hati-hati! Dedi Mulyadi Kantongi Identitas Penyebar Video Viral Anne Ratna Mustika: Pelanggaran UU ITE
-
Sedih! Dedi Mulyadi Bandingkan Nasib Dirinya dengan Ryan Dono: Masuk ke Ruang Pengadilan Agama Itu Jauh Lebih Menyakitkan
-
Dedi Mulyadi Ungkap Cerita Cinta yang Kandas, Warga: Jangan Buang Waktu, Kalau Ada yang Pasti Kenapa Harus Menunggu
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123