/
Rabu, 14 Desember 2022 | 13:46 WIB
Liga 1 Akan Kehilangan Antusiasme Penonton, Mengapa? Begini Kata Praktisi Industri Sepak Bola (Twitter)

Suara Denpasar- Kompetisi BRI Liga 1 22/23 baru saja kembali digulirkan pada 5 Desember 2022 kemarin pasca diliburkan selama kurang lebih dua bulan menyusul terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

Jeda kompetisi tersebut telah digunakan oleh para stakeholder sepak bola Indonesia untuk berbenah supaya tragedi serupa seperti di Stadion Kanjuruhan, Malang tidak terulang lagi.

Akan tetapi sejak Liga 1 kembali bergulir, banyak kejadian-kejadian kontroversi yang terjadi hampir di setiap pertandingan, terutama mengenai keputusan wasit.

Yang paling sering terjadi adalah mengenai keputusan offside dan onside yang diambil wasit-wasit di Liga 1.

Seperti pada laga Borneo FC melawan PSS Sleman di pekan ke-14 Liga 1 pada Senin (12/12) kemarin. Gol Matheus Pato di menit ke-63 dianulir wasit karena dianggap offside.

Padahal jika dilihat dari tayangan ulang, Pato berdiri sejajar dengan pemain terakhir PSS Sleman.

Sebelumnya di pekan ke-13 Liga 1, pada laga Rans Nusantara menghadapi Persikabo 1973 juga terjadi keputusan serupa.

Gol yang dicetak pemain Persikabo Gustavo Tocantins di menit tambahan babak kedua dinyatakan offside oleh hakim haris.

Namun jika dilihat kembali melalui tayangan ulang, posisi Gustavo jauh berada di depan pemain terakhir Rans Nusantara yang berarti onside.

Baca Juga: Sheryl Sheinafia Alami Saraf Kejepit Saat Olahraga Angkat Beban 100 Kilogram, Kok Bisa Begitu?

Kemudian yang masih hangat terjadi adalah keputusan wasit di laga pekan ke-14 Liga 1 antara Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri pada Selasa (13/12) kemarin.

Saat kedudukan imbang 1-1, Persebaya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan di menit-menit akhir jelang bubar.

Ahmad Nufiandani terlihat jelas melalui tayangan lambat didorong hingga terjatuh oleh kiper Persik di dalam kotak penalti.

Wasit Ginanjar Rahman Latief yang bertugas menganggap hal itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Momen ini membuat pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso kesal dan meluapkan kekecewaannya pada saat sesi jump apers.

Kejadian-kejadian tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan menjadi trending di Twitter.

Melihat beberapa insiden yang terjadi belakangan ini, salah satu praktisi industri sepak bola, Kharisma Putra Kartono memprediksi bahwa akan terjadi depresiasi antusiasme penonton di liga Indonesia, terutama Liga 1.

Melalui thread di akun Twitternya, Putra menyebut suporter sepak bola Indonesia perlahan akan jengah melihat kejadian-kejadian “konyol” di atas lapangan.

Hal ini mengacu pada keputusan wasit, kualitas siaran, dan berbagai kejadian yang melibatkan risiko keamanan suporter.

“Dari kerangka hukum ekonomi yang saya kuasai, prediksi saya akan terjadi yang namanya pergeseran ekuilibrium baru dalam hubungan supply and demand di sektor yang bernama pertandingan sepak bola. Dalam konteks saat ini, di mana kualitas pertandingan tidak dijaga” tulis Putra di akun @kh_putra.

“Sementara dari audiens suporter sepak bola, perlahan pasti juga jengah melihat kejadian-kejadian konyol di atas lapangan oleh wasit, kualitas siaran yang stagnan, dan berbagai kejadian yang melibatkan risiko keamanan suporter.”

“Belum diperparah dari sudut pandang regulator eksternal sepak bola yang tidak bisa memberikan jaminan keberlangsungan industrinya karena ujungnya adalah apa? Sedikit-sedikit bergantung pada izin pemerintah dan Polri."

(*/Dinda)

Load More