Suara Denpasar - Maverick Vinales baru-baru ini buka-bukaan mengenai masa-masa suramnya saat bersama Monster Energy Yamaha.
Ia mengungkapkan merasa kecil hati selama membela Yamaha.
Hal tersebut karena meski terbukti mampu menunjukkan hasil-hasil mentereng, ia merasa tidak mendapatkan bantuan teknis yang baik.
Akhirnya performanya di atas kuda besi pun menjadi inkonsisten.
“Saya merasa kecil hati dan kecewa. Saya tidak merasa seperti balapan. Saat melihat Anda mampu memperebutkan posisi terbaik dan gelar dunia, tetapi hanya dapat finis di posisi 10-12, Anda kehilangan rasa lapar. Setelahnya, ada titik di mana Anda akan selalu mengajukan pertanyaan yang sama,” ujar Vinales seperti dikutip dari Rider Magazine pada Senin, 12 Desember 2022.
“Apa hal yang saya sukai? hal yang saya sukai adalah balapan motor. Saya menyukai MotoGP dan saya suka menang. Lebih dari apapun, saya paling suka menang. Itulah alasan saya memutuskan melanjutkan karier dan melanjutkan bersama Aprilia, melanjutkan memperjuangkan mimpi saya, yakni menjadi juara dunia,” ucap rider yang juga menjadi juara dunia di kelas Moto3 2013 tersebut.
“Kami tahu masa itu akan datang, saat ini (kami) juga sedang membangunnya, dan kami bekerja keras untuk itu. Saya harus bersabar, hal ini merupakan hal yang telah saya latih dan akan coba saya teruskan. Waktu kami akan datang, dimana kami menang. Namun, hal itu butuh usaha dan proses, dan disanalah kami berada sekarang,” tutur Vinales. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana