Siapa yang bisa menolak seafood bakar menggiurkan yang beberapa jam sebelumnya baru ditangkap oleh nelayan? Tanpa perlu bermacam bumbu atau rempah, seafood dari timur Indonesia dikenal punya cita rasa daging yang manis.
“Kalau Anda beruntung menemukan seafood segar di pasar, tak perlu repot-repot sediakan bumbu. Langsung bakar begitu saja, tanpa taburan atau olesan bumbu apa pun. Anda akan bisa merasakan kesegaran ikan, rasa manis dagingnya, sekaligus rasa asin air laut. Sedap!” kata La Ode.
Mida mengamati, ada perbedaan cara mengolah seafood di Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Di Timur, ketika seafood baru ditangkap, dalam keadaan masih segar seafood langsung diolah, sehingga cita rasanya masih alami dan otentik. “Bumbu yang digunakan masyarakat Indonesia Timur juga tak sebanyak di Indonesia Barat yang terbilang kompleks. Misalnya, dibuat kuah kuning, hanya diberi kemangi, ketumbar, lengkuas, kunyit, dan serai,” katanya.
Bahkan, saking simpelnya, La Ode bercerita, beberapa daerah punya hidangan ikan laut yang tidak memerlukan pemanasan dengan cara apa pun. “Ikan diiris-iris lalu diberi asam dari jeruk nipis. Setiap daerah punya nama hidangan masing-masing. Di Maluku namanya gohu. Ikan laut jenis apa pun hanya perlu dibubuhi perasan jeruk nipis, lalu ditambahkan kenari dan kemangi. Di Sulawesi Selatan namanya pacco.”
Ekosistem bagus, nelayan sejahtera
Usai menangkap seafood, para nelayan biasanya menjual hasil tangkapan ke pasar lokal saja. Sebab, rata-rata merupakan nelayan kecil yang tak punya akses ke pasar lebih besar. Tapi, nelayan di perairan Indonesia Timur bisa juga merupakan nelayan dari kawasan Barat. “Keanekaragaman ikan di perairan timur adalah yang tertinggi di Indonesia, karena terumbu karangnya masih bagus. Kelestariannya masih terjaga, sehingga biodiversitasnya lebih bagus daripada perairan Barat,” kata Mida.
Karena itu pula, banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan berprofesi sebagai nelayan full time. Wilayah tangkapnya pun cukup jauh. Misalnya, wilayah tangkap para nelayan dari Maluku Utara bisa menjangkau 12 – 35 mil dan mereka melakukan one day fishing.
Dengan pekerjaan sebagai nelayan mereka bisa hidup sejahtera, karena di kawasan Timur masih banyak terdapat ikan. Namun, Mida menjelaskan, hal itu hanya bisa terjadi, jika ekosistem lautnya bagus. Seandainya terkena bom, atau pasir lautnya diambil, atau terkena endapan tambang, ekosistem pasti rusak. Nelayan tidak bisa mendapatkan hasil tangkapan seperti biasa. Bisa jadi tidak ada tangkapan sama sekali atau jumlahnya menurun drastis.
“Pilihannya, mereka melaut ke kawasan yang jauh. Misalnya, nelayan Sulawesi melaut ke Maluku. Atau, mereka alih profesi, yang sebenarnya tidak mudah. Saya melihat sendiri keruntuhan ekonomi nelayan sebagai akibat dari ekosistem laut yang rusak. Di suatu daerah di Sulawesi Selatan ada banyak perusahaan tambang yang kini tak lagi beroperasi. Tapi, endapan tambang sudah merusak laut. Nelayan beralih profesi, misalnya bantu transportasi antar pulau atau ojek. Hingga kini ekonomi mereka belum pulih,” kata Mida.
Baca Juga: Toyota Bicara Peluang Mobil Listrik All-New bZ4X Diproduksi di Indonesia
Kearifan lokal jaga stok seafood
Untuk menjaga ketersediaan seafood di alam, sejumlah kelompok Masyarakat Adat menerapkan aturan adat, yang kemudian sejalan dengan aturan negara. Contohnya, di Maluku ada praktik sasi, yaitu larangan menangkap hasil laut dalam kurun waktu tertentu. Nelayan hanya boleh menangkap hasil laut saat larangan tersebut ditarik. Sementara di Sorong, Papua Barat, sistem itu disebut dengan egek.
“Prinsipnya, setelah masa panen, hasil laut yang masih berada di laut dibiarkan tumbuh dan berkembang dahulu selama beberapa tahun, sebelum waktu panen berikutnya. Saat panen, masyarakat akan menjual hasil laut sesuai kesepakatan bersama. Ketika melakukan tutup egek, mereka mengawasi alat tangkap yang boleh digunakan. Potasium sianida, yang merupakan bius tradisional, dilarang digunakan di wilayah tangkap mereka,” kata Mida.
Yang menarik, Suku Moi yang tinggal di Sorong pernah menutup egek selama 6 tahun! Mereka baru membuka egek pada pertengahan tahun ini. Hasil laut yang dilarang untuk dipanen adalah lola, lobster, dan teripang.
Durasi penutupan egek ditetapkan berdasarkan kesepakatan dan kebutuhan. Egek akan dibuka sesuai kesepakatan bersama saat ada kebutuhan ekonomi dalam masyarakat, seperti renovasi gereja.
Hasil laut langka, kita ubah perilaku
Berita Terkait
-
Thailand Tak Diperkuat Bintang Seharga Rp24,33 Miliar, Shin Tae yong Seret Sandy Walsh dan Elkan Baggott, Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2022?
-
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Lengkap dengan Harga Tiketnya
-
ILC Bikin Polling Capres Di Twitter, Anies Menang 1 Putaran: Ganjar No 2, Prabowo Ditikung Airlangga
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'