Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke salah satu Desa Truyan di Kabupaten Bangli Bali. Kunjungan Kang Dedi bersama rombongan Komisi IV DPR RI, Selasa (22/12/2022).
Untuk mengujungi Desa Truyan tersebut Kang Dedi bersama rombongan harus menggunakan boat.
Menariknya Kang Dedi rupanya bertandang ke salah pemakanan yang unik dan khas di Desa Truyan Bangli. Dimana sejumlah mayat manusia yang meninggal di Desa itu tanpa dikubur dan dibakar layaknya pemakanan pada umumnya bagi warga Bali.
Melainkan Mayat hanya digeletakkan saja dibawah pohon besar bernama pohon Truyan. Melihat banyak mayat yang tergeletak dan tidak menimbulkan bau busuk. Membuat Kang Dedi Mulyadi melongo dan heran. Pasalnya pemakanan itu berdiri sudah ribuan tahun lamanya.
Di pemakanan Truyan itu tampak jelas terlihat sejumlah tulang belulang dan tengkorak manusia yang sudah meninggal. Bahkan ada tubuh manusia yang masih keadaan utuh.
“Secantik apapun kalau sudah mati jadi begini tengkorak. Gigi masih utuh. Jadi manusia itu tidak ada harganya semua sama dimata tuhan,” kata Dedi Mulyadi seperti dikutip di Kanal YouTube KDM, oleh Suara Denpasar.
Yang lebih menarik saat Dedi Mulyadi berdiskusi soal pemakaman warga Truyan. Ternyata warga desa itu bukan keturunan Bali Age, melainkan Bali mule sebelum ajaran hindu tersebut masuk ke Bali.
“Ini Hindu Bali Mule, bukan Bali Age,” kata seorang warga kepada Dedi Mulyadi.
Lantas Dedi Mulyadi pun menjawab, artinya keyakinan masyarakat disini (truyan) ajaran agama lingkungan. Itu penting.
Baca Juga: Link Live Streaming Manchester United vs Burnley di Piala Liga Inggris
“Jadi mengapa kunjungan kami komisi IV bidang lingkungan hidup kesini, karena ajaran leluhur kita diberbagai tempat agamanya lingkungan. Mau Sunda wiwitan, sunda lainnya, Bali age, Bali mule semuanya sama. Semua agama mengajarkan ketaatan manusia kepada lingkungan,” jelas Dedi Mulyadi.
“Jadi keataan manusia kepada tuhan itu akan menjadi semu kalau manusia tidak taat pada hukum alam. Karena tuhan itu menciptakan hukum yang pasti yang tidak bisa dirubah-rubah oleh manusia hanya hukum alam,” sambung Dedi Mulyadi.
Walaupun ada amdalnya direkayasa, UKL-UPLnya direkayasa tetap saja kalau bertentangan dengan alam. Maka seluruhnya akan menjadi sia-sia.
“Dalam kaidah saya hukum khilafiyah itu perdebatan tidak akan pernah berakhir setiap orang. Setiap orang akan punya ijtihad punya pemahaman, tapi kalau hukum alam akan tidak bisa ditafsirkan,” tuturnya.
Kedepan negara harus memikirkan struktur pemerintahan sampai pemerintah tingkat desa. Di Desa baru ada kasi kesos pemerintahan, kasi pembangunan dan tidak pernah ada kasi lingkungan.
Apa problemnya Indonesia hari ini pemimpin pemimpinnya tidak mengerti lingkungan. Dulu di desa ada pemangku adat dia mengerti rumah harus menghadap kemana-meletakkan kemana.
Berita Terkait
-
Denpasar Festival Diserbu Pengunjung, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Cegah Laka Lantas Saat Libur Nataru 2022, Forkom Lalu Lintas Provinsi Bali Gelar Kolaborasi
-
Rizky Billar Hadiahkan Villa Besar di Bali untuk Lesti Kejora: Warisan untuk Fatih
-
Mencabik Mayat, Berikut 3 Tradisi Unik di Bali Menarik untuk Diketahui
-
Lho, Kang Dedi Mulyadi Dinobatkan Jadi Ketua PDI saat Kunjungan di Pasar Badung Denpasar, Bali
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Bursa Saham Libur Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkap Setelah Liburan Lebaran
-
Profil Rudal AD-08 Majid Iran Penjatuh Pesawat Canggih F-35, Pantas Amerika Serikat Ketar-ketir
-
6 Brand Modest Lokal Busana Muslim Etnik, Cocok untuk Halal Bihalal
-
Memaknai Arti Sahabat Sejati di Novel Aldebaran Bagian 1 Karya Tere Liye
-
Maarten Paes Alihkan Fokus ke Timnas Indonesia Usai Ajax Berhasil Curi Poin dari Feyenoord
-
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026
-
Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori yang Tewas Tragis, Keluarga Terpaksa Masuk Lewat Jendela
-
Fakta di Balik Mahalnya Harga Baju Syar'i, Bisa Pakai 6 Meter Kain untuk Satu Set
-
5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Spek Gahar dan Performa Andal
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z