/
Selasa, 27 Desember 2022 | 10:00 WIB
Galungan 2023, Ini 13 Rangkaian Hari Raya yang Dilaksanakan Umat Hindu (ANTARA)

Suara Denpasar- Galungan merupakan salah satu hari raya besar umat Hindu.

Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu sedarma setiap 6 bulan Bali atau 210 hari.

Hari raya Galungan jatuh setiap hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).

Dikutip melalui laman resmi buleleng.bulelengkab.go.id, perayaan Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Di tahun 2023 ini, Hari Raya Galungan akan dirayakan pada awal tahun yakni Rabu 4 Januari mendatang.

Untuk diketahui, Hari Raya Galungan diperingati dengan serangkaian upacara. Berikut 13 rangkaian Hari Raya Galungan yang dijalankan umat Hindu:

1. Tumpek Wariga

Tumpek Wariga disebut juga Tumpek Bubuh atau Tumpek Pengatag dan Tumpek Pengarah.

Tumpek Wariga ini jatuh pada 25 hari sebelum Galungan yakni Sanisara (Sabtu ) Kliwon.

Baca Juga: Cody Gakpo Segera Berlabuh di Anfield, Manchester United Kena Tikung Liverpool

Pada hari Tumpek Wariga Ista Dewata yang dipuja adalah Sang Hyang Sangkara sebagai Dewa Kemakmuran dan Keselamatan Tumbuh-tumbuhan.

Untk rangkaian Galungan tahun 2023, Tumpek Wariga jatuh pada 10 Desember 2022.

2. Sugihan Jawa

Sugihan Jawa diyarakan setiap hari Kamis Wage wuku Sungsang.

Dimana untuk rangkaian Galungan tahun 2023, Sugihan Jawa diperingati pada Kamis, 29 Desember 2022.

Secara singkat pengertian Sugihan Jawa adalah hari sebagai pembersihan/penyucian segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung).

Pada hari ini umat melaksanakan upacara yang disebut Mererebu atau Mererebon. Upacara Ngerebon ini dilaksanakan dengan tujuan untuk nyomia/menetralisir segala sesuatu yang negatif yang berada pada Bhuana Agung disimbolkan dengan pembersihan Merajan dan Rumah.

3. Sugihan Bali

Sugihan Bali di laksanakan sehari setelah Sugihan Jawa yakni Jumat Kliwon wuku Sungsang.

Untuk rangkaian Galungan 2023, Sugihan Bali dilaksanakan pada, Jumat 30 Desember 2022.

Sugihan Bali memiliki makna yaitu penyucian atau pembersihan diri sendiri atau Bhuana Alit (kata Bali=Wali=dalam).

Tata cara pelaksanaannya adalah dengan cara mandi, melakukan pembersihan secara fisik dan memohon Tirta Gocara kepada Sulinggih sebagai simbolis penyucian jiwa raga untuk menyongsong hari Galungan yang sudah semakin dekat.

4. Hari Penyekaban

Hari Penyekeban jatuh setiap MingguPahing Wuku Dungulan. Untuk Galungan yang akan datang ini Hari Penyekeban dilaksanakan pada 1 Januari 2023.

Hari Penyekeban ini memiliki makna filosofis untuk “nyekeb indriya” yang berarti mengekang diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama.

5. Hari Penyajan

Penyajaan dilaksanakan setiap hari Senin Pon Wuku Dungulan .

Dimana untuk Penyajan pada Galungan 2023 jatuh pada Senin 2 Januari 2023.

Hari penyajan ini memiliki filosofis untuk memantapkan diri untuk merayakan hari raya Galungan.

Menurut kepercayaan, pada hari ini umat akan digoda oleh Sang Bhuta Dungulan untuk menguji sejauh mana tingkat pengendalian diri umat Hindu untuk melangkah lebih dekat lagi menuju Galungan.

6. Hari Penampahan

Hari Penampahan jatuh sehari sebelum Galungan, tepatnya pada hari Selasa Wage wuku Dungulan.

Tahun 2023, Penampahan dilaksanakan pada Selasa 3 Januari mendatang.

Pada hari ini umat akan disibukkan dengan pembuatan penjor sebagai ungkapan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugrah yang diterima selama ini, penjor ini dibuat dari batang bambu melengkung yang diisi hiasan sedemikian rupa.

Selain membuat penjor umat juga menyembelih babi yang dagingnya akan digunakan sebagai pelengkap upacara, penyembelihan babi ini juga mengandung makna simbolis membunuh semua nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia.

Kepercayaan masyarakat Bali pada umumnya, pada hari Penampahan ini para leluhur akan mendatangi sanak keturunannya yang ada di dunia, karena itulah masyarakat juga membuat suguhan khusus yang terdiri atas nasi, lauk-pauk, jajanan, buah, kopi, air, lekesan (daun sirih dan pinang) atau rokok yang ditujukkan kepada leluhur yang “menyinggahi” mereka di rumahnya masing-masing.

7. Hari Raya Galungan

Galungan 2023 jatuh pada, Rabu 4 Januari mendatang.

Di Hari Raya Galungan, umat Hindu sejak apagi hari sudah mulai disibukkan untuk melakukan persembahyangan mulai dari rumah masing-masing hingga ke Pura sekitar.

8. Hari Umanis Galungan

Umanis Galungan dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Galungan yakni Kamis Umanis wuku Dungulan

Untuk Galungan tahun ini, Umanis Galungan jatuh pada 5 Desember 2022 mendatang.

Pad Umanis Galungan umat Hindu akan kembali melaksanakan persembahyangan dan dilanjutkan dengan mengunjungi sanak keluarga.

9. Hari Pemaridan Guru

Hari Pemaridan Guru ini jatuh setiap Sabtu Pon Wuku Galungan. Dimana untuk Galungan tahun 2023, Pemaridan Guru dilaksanakan pada Sabtu 7 Januari mendatang.

Hari Pemaridan Guru adalah hari untuk nyurud atau ngelungsur waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Guru.

10. Ulihan

Ulihan dirayakan pada Minggu Wage wuku Kuningan, yang mana untuk Galungan tahun 2023 akan jatuh pada 8 Januari mendatang.

Ulihan artinya pulang atau kembali. Dalam konteks ini yang dimaksud adalah hari kembalinya para dewata-dewati atau leluhur ke kahyangan dengan meninggalkan berkat dan anugrah panjang umur.

11. Hari Pemacekan Agung

Pemacekan Aung dilaksanakan pada Senin Kliwon wuku Kuningan.

Makna pemacekan agung ini adalah sebagai simbol keteguhan iman umat manusia atas segala godaan selama perayaan hari Galungan.

Untuk rangkaian Galungan tahun 2023, Hari Pemaekan Agung jatuh pada 9 Januari mendatang.

12. Hari Kuningan

Kuningan dirayakan setiap hari Sabtu wuku Kuningan. Kuningan 2023 akn jatuh pada 14 Januari mendatang.

Hari Suci Kuningan dirayakan umat dengan cara memasang tamiang,kolem dan endong.

13. Hari Pegat Wakan

Pegat Wakan jatuh pada hari Rabu Kliwon wuku Pahang, sebulan setelah Galungan.

Untuk rangkaian Galungan tahun 2023 ini, Pegat Wakan akan dilaksanakan pada 8 Februari mendatang.

Hari ini adalah runtutan terakhir dari perayaan Galungan dan Kuningan.

Dilaksanakan dengan cara melakukan persembahyangan, dan mencabut penjor yang telah dibuat pada hari Penampahan. (*/Dinda)

Load More