Suara Denpasar- Galungan merupakan salah satu hari raya besar umat Hindu.
Hari Raya Galungan dirayakan umat Hindu sedarma setiap 6 bulan Bali atau 210 hari.
Hari raya Galungan jatuh setiap hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).
Dikutip melalui laman resmi buleleng.bulelengkab.go.id, perayaan Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Di tahun 2023 ini, Hari Raya Galungan akan dirayakan pada awal tahun yakni Rabu 4 Januari mendatang.
Untuk diketahui, Hari Raya Galungan diperingati dengan serangkaian upacara. Berikut 13 rangkaian Hari Raya Galungan yang dijalankan umat Hindu:
1. Tumpek Wariga
Tumpek Wariga disebut juga Tumpek Bubuh atau Tumpek Pengatag dan Tumpek Pengarah.
Tumpek Wariga ini jatuh pada 25 hari sebelum Galungan yakni Sanisara (Sabtu ) Kliwon.
Baca Juga: Cody Gakpo Segera Berlabuh di Anfield, Manchester United Kena Tikung Liverpool
Pada hari Tumpek Wariga Ista Dewata yang dipuja adalah Sang Hyang Sangkara sebagai Dewa Kemakmuran dan Keselamatan Tumbuh-tumbuhan.
Untk rangkaian Galungan tahun 2023, Tumpek Wariga jatuh pada 10 Desember 2022.
2. Sugihan Jawa
Sugihan Jawa diyarakan setiap hari Kamis Wage wuku Sungsang.
Dimana untuk rangkaian Galungan tahun 2023, Sugihan Jawa diperingati pada Kamis, 29 Desember 2022.
Secara singkat pengertian Sugihan Jawa adalah hari sebagai pembersihan/penyucian segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026