Suara Denpasar - Peringatan dini disampaikan oleh pengamat politik Rocky Gerung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Dia menduga,.ada gerakan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mendongkel posisi Mega di partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.
Tengok saja pertemuan antara Jokowi dengan FX Hadi Rudyatmo yang mendapat reaksi keras dari internal PDI Perjuangan.
Mantan wali kota Solo dua periode yang juga pendukung Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres 2024 itu adalah kader militan PDI Perjuangan.
Namun, dalam pertemuan antara Jokowi dengan FX Hadi Rudyatmo ternyata tanpa sepengetahuan PDI Perjuangan.
Di sisi lain, kabarnya dalam pembicaraan itu Jokowi menawarkan posisi menteri untuk FX Hadi Rudyatmo.
"Kalau dia (Jokowi) kader partai, ya etis dikitlah. Kalau kita terjemah secara terang-terangan, Jokowi lagi pecah belah PDIP, yang terlihat begitu. Kita mau sembunyikan sebetulnya istilah tadi, tapi ya udahlah itu yang terjadi," tohok Rocky Gerung seperti dikutip denpasar.suara.com dalam kanal Youtubenya, Kamis 29 Desember 2022.
Bahkan dia menilai, langkah Jokowi ingin memiliki partai menjadi salah satu alasan berusaha untuk menggulingkan Megawati dari kursi ketua umum.
Bahkan, kasak-kusuk ini sudah terlihat sejak dua tahun lalu. "Kalau pak Jokowi ingin punya partai? Bikin aja sendiri, rekrut aja Ganjar, Pak FX.
Baca Juga: Maju DPD, Ini Target Dr. Gede Suardana: Masuk Empat Besar
Jadi jangan merusak sesuatu yang dibayangkan indah," tandasnya. "Pak Jokowi pada akhirnya mempersiapkan kudeta ke Megawati," imbuhnya.
Demikian, aksi Jokowi yang dinilai tidak etis itu versi Rocky Gerung tidak akan bisa menggulingkan Megawati. Sebab, nama Megawati sudah terpatri hingga akar rumput.
Di samping itu, tumbuh dan besarnya PDI Perjuangan tak bisa dilepaskan dari kerja keras dari Megawati.
Jadi, banyak kader yang masih hormat dengan Megawati yang dinilai menjadi sosok yang betul-betul berjuang untuk partai. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026