Suara Denpasar - Bertemu seorang ibu makan hanya dengan sambal goang, Dedi Mulyadi sentil para ibu untuk lebih bisa nerima nasib.
Disela-sela liburnya pada hari ibu, 22 Desember 2022 lalu, Dedi Mulyadi menyempatkan diri untuk berkeliling Purwakarta.
Bertemu dengan seorang ibu tengah membawa kayu bakar, ia pun menelisik hingga ke kediamannya.
Sang ibu ternyata merupakan seorang penggembala kambing, bersuamikan hansip desa bergaji 400 ribu.
Dedi Mulyadi lalu mencari tau alasan yang menjadikan si ibu menggembala kambing milik orang lain, tidak memilikinya sendiri.
Sang ibu mengatakan bahwa gaji sang suami tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, kambing bagian pun habis terjual untuk menyambung hidup.
Si ibu juga sempat mengadu jika kambing yang digembalanya pernah dicuri sebanyak tiga kali, sehingga hidupnya makin terhimpit.
Masuk ke dalam rumahnya, Dedi Mulyadi tidak menemukan makanan kecuali nasi putih dan sambal goang dalam coet.
Sambal goang adalah cabai rawit yang diulek hanya dengan garam saja, tanpa tambahan yang lainnya.
Dengan sedikit lalapan, si ibu sarapan dengan menambahkan penyedap di atas sambal agar sedikit memiliki rasa.
Melihat itu, Dedi Mulyadi murka karena penyedap rasa dianggap berbahaya jika terlalu berlebihan.
Memperlihatkan makanan yang dimiliki pemilik rumah ke hadapan kamera, Dedi Mulyadi meminta ibu-ibu di Indonesia untuk lebih banyak bersyukur.
Karena jika di tempat lain seorang ibu bisa merayakan hari istimewanya dengan sajian nasi tumpeng ditambah lauk pauk yang lengkap.
Ibu dihadapannya hanya memiliki sambal goang dengan lalapan sebagai lauk, itu pun ia tak mengeluhkannya.
"Nih hari ibu, orang banyak membanggakan ibu, ibu-ibu di desa tuh makannya kayak gini," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Murka! Keterangan Seorang Ibu Bikin Suami Ambu Anne Keluarkan Kata-kata Ini Di Depan Kamera
-
Hadiri Peresmian Masjid Raya Al-Jabbar, Ambu Anne Memukau Dengan Kostum Serba Putih, Dedi Mulyadi Tak Terlihat
-
PKB: Sistem Proporsional Tertutup Memang Mudahkan KPU, Tapi Ada Harga Cukup Mahal sebagai Dampaknya
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'