SUARA DENPASAR - Guna menekan angka kasus HIV/AIDS di Pulau Dewata. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali akan melakukan tes HIV/AIDS kepada calon pengantin mulai tahun ini. Hal itu diungkapkan Kadiskes Bali I Nyoman Gede Anom kepada wartawan.
Namun, program ini bukan program wajib. Sebab, perlu kesadaran dari pasangan pengantin secara sukarela.
"Program ini ditawarkan kepada calon pengantin dan bukan wajib," katanya. Untuk di Bali sendiri program ini dinilai penting, guna mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS yang kian meluas.
Sebelumnya dikutip dari laman Dinkes Bali, saat ini pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali, telah melaksanakan berbagai upaya guna menekan penyebaran HIV/AIDS.
Diantaranya mengelola pelaksanaan kegiatan di layanan Kesehatan, lengkap dengan berbagai upaya termasuk terapi metadon, melaksanakan pembangunan 44 klinik IMS di Bali, melaksanakan pembangungan 153 tempat konseling Testing Sukarela maupun Konseling Testing Inisiatif petugas, Pembangunan 9 buah klinik Perawatan.
Pun dukungan pengobatan serta 15 Klinik PDP lainnya. Pembangunan 7 Klinik Pencegahan Penularan Ibu ke Anak, serta banyak hal lainnya.
Juga dilakukan VCT untuk mempercepat penemuan kasus baru HIV-AIDS. Dan bisa menuntaskan Kasus HIV-AIDS di Bali Tahun 2030. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Tragedi Bekasi: Saat Nyawa Penumpang Kereta Dipertaruhkan di Atas Rel
-
Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Potret Haru Pejuang Kemanusiaan, Petugas Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Terkapar di Lantai
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya