Suara Denpasar – Akhir-akhir ini media di Indonesia sedang ramai mengenai pemberitaan Nikita Mirzani yang menuduh Bunda Corla tidak membayar pajak ke negara Jerman.
Dikarenakan banyak orang yang mengetagnya untuk membahas mengenai sistem perpajakan di Jerman, Ragil Mahardika pun mengungkapkannya melalui TikTok pribadinya yang bernama @ragilmahardika.
Sebelum membahas mengenai pajak, Ragil Mahardika terlebih dahulu mengungkapkan bahwa pembahasan yang dirinya akan sebutkan, ia mengatakan bahwa pembahasannya ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemberitaan yang beredar di Indonesia saat ini.
“Dunia media sosial lagi riweuh, dan kalian tag aku diberbagai video. Aku tidak mau ikut campur dengan permasalahannya, tapi di video ini akan aku jelaskan tentang sistem perpajakan di Jerman,” ucap Ragil.
Agar semuanya paham, Ragil Mahardika menjelaskan bahwa sistem perpajakan di Jerman langsung dipotong dari gaji.
“Nah kita yang tinggal di Jerman, bekerja di Jerman, kita semuanya wajib bayar pajak. Kalau kita kerjanya sebagai pegawai atau karyawan kaya di Rumah Sakit atau rumah makan maka pajak kita akan langsung dari gaji kita,” ucap Ragil.
Selanjutnya, Ragil pun menjelaskan mengenai sistem gaji di Jerman dengan menjadikan dirinya sebagai contoh.
“Jadi ada gaji bruto, dipotong asuransi, dipotong pajak dan kita dapatnya gaji neto setiap bulannya. Kaya aku sama Tutta kita sama-sama pegawai maka kita dapat gaji netto itu udah semuanya udah bersih,” tambah Ragil.
Kemudian Ragil mempertanyakan jumlah pajak yang harus dibayar oleh seorang pegawai di Jerman sampai Rp 8 miliar, padahal pajak seorang pegawai tidak mungkin sampai sebesar itu, kecuali pengusaha.
“Seseorang ini usaha apa ya? Ko banyak banget,” tanya ragil.
Ragil pun kemudian membeberkan rincian pajak yang harus dibayar seorang pegawai di Jerman.
“Sebagai contoh nih, bayar pajak di Jerman itu kisarannya sekitar 14 persen sampai 42-45 persen dari apa yang kita dapatkan. Selama pendapatan kita sedikit maka kita bayar pajaknya juga sedikit. Tapi kalau yang kita dapatkan banyak, maka bayar pajaknya semakin banyak,” tutur pria yang tinggal di Jerman itu. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Berani Ceplas-Ceplos, Ternyata ini Informan Nikita Mirzani Mengenai Berita Para Artis
-
Berderai Air Mata, Ini 10 Momen Haru Bunda Corla dan Ruben Onsu yang Lepas Rindu Setelah Lama Tak Bertemu
-
Mumpung di Indonesia, Bunda Corla Tantang Nikita Mirzani Terus Bikin Heboh: Biar Dapat Duit Haram
-
Sempat Ribut di Media Sosial, Ivan Gunawan Kini Sebut Nikita Mirzani Wanita Hebat
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'