/
Rabu, 25 Januari 2023 | 16:32 WIB
Kabid Humas Polda Bali. ((IST))

Suara Denpasar-Sempat viral diberitakan media asing, bahwa seorang WNA asal Perth Australia, Lachlan Briam Hunt disebut dirampok dan dihajar oleh pelaku perampokan hingga babak belur. Kejadian itu terjadi di wilayah Kuta, Badung pada 12 Januari 2023. 


Belakangan, ternyata hal itu tidaklah benar. Pria itu hanyalah korban kecelakaan tunggal. Padahal diberikan, korban dipukuli secara brutal hingga dirawat di Rumah Sakit BIMC Kuta

Polisi Polda Bali kini mengungkap adanya informasi yang tak benar itu. Kabidhumas Polda Bali, Kombes Pol Bayu Satake menjelaskan, berita yang sudah terlanjur viral di medsos tersebut, sangat mengganggu kenyamanan wistawan dan juga meresahkan situasi Kamtibmas Bali. 


Dari sana Polda Bali menurunkan tim untuk menyelidiki  dan mencari fakta. Mulai dari bukti-bukti dan saksi-saksi dilapangan tentang apa yang sebenarnya di alami WNA tersebut.


"Hasil penyelidikan tim Polda Bali, melalui keterangan-keterangan saksi yang melihat apa yang di alami oleh WNA asal Perth Australia atas nama Lachlan Briam Hunt. Dinyatakan Lachlan Briam Hunt, bahwa yang bersangkutan diduga mengalami kecelakaan lalulintas tunggal (Out Control), karena pada saat itu yang bersangkutan berkendara dalam kondisi mabuk berat," bebernya. 


Informasi itu diperoleh setelah adanya keterangan saksi warga bernama Muhsar Hadi. Saksi menerangkan bahwa WNA tersebut  sekitar pukul 04.00 Wita mengendarai motor Honda Vario berwarna merah dengan kecepatan tinggi. 


Diperkirakan WNA tersebut dalam keadaan mabuk berat dan ketika melewati polisi tidur (gundukan jalan) motor yang dikendarainya oleng dan mengakibatkan dia jatuh posisi tengkurap serta  pingsan. 


Kemudian sekitar pukul 04.30 Wita WNA tersebut bangun dengan muka penuh darah kemudian langsung pergi. "Ini juga berdasarkan hasil interogasi tim Polda Bali kepada WNA asal Perth Australia tersebut," bebernya. 


Lachlan Briant Hunt juga mengaku tidak tau siapa yang yang telah menyebarkan informasi dirinya dirampok dan dianiaya.

Baca Juga: Ditentang Megawati, Pelingsir Puri se-Bali Minta Pembangunan Bandara Bali Utara Tetap Dilanjutkan, Begini Alasannya

"Kami berharap kepada masyarakat Bali dan para wisatawan agar bijak menggunakan Medsos dan tidak gampang mempercayai berita-berita hoax yang dapat memberikan citra negatif terhadap Bali," pungkas perwira melati tiga itu.

Load More