Suara Denpasar - Sejak dinaikkan status kasus dugaan korupsi di UPTD PAM pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali. Enam bulan lamanya sejak Agustus 2022, hasil audit kerugian negara belum juga keluar.
Kasus ini pun terkesan lamban dan terkatung-katung karena audit belum diserahkan kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Sayangnya, tak dijelaskan lebih detail pihak yang melakukan audit atas kerugian negara itu. Adakah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali atau auditor eksternal lain dari pemerintahan atau swasta?
"Auditor itu sekarang sedang penghitungan, jadi kerugian negara itu harus dihitung secara hati-hati sehingga tidak bisa kita pastikan sampai kapan, yang jelas kita lakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi tetap disampaikan kepada pimpinan dan sampai ke Kejaksaan Agung," demikian kata Kasi Penkum Kejati Bali Luga Harlinto ketika dikonfirmasi, Minggu 5 Februari 2023.
Untuk diketahui, setelah kasus ini dinaikkan ke tingkat penyidikan. Pihak Kejati Bali sudah melakukan pemeriksaan di Kantor UPTD PAM terletak di Jalan Cokroaminoto 111, Ubung, Denpasar, pada September 2022 lalu. Tak hanya itu, kantor salah satu rekanan juga diperiksa.
Soal kapan selesai perhitungan kerugian negara, Luga menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dari auditor, pihaknya hanya menunggu hasil dan melakukan monitoring dan evaluasi.
Sejauh ini kata Luga sebanyak 38 orang saksi yang sedang dimintai keterangan oleh tim audit.
"Saksi-saksi yang sampai sekarang itu kita tetap di 38 orang, sekarang apa hasil penyidikan, dan bukti yang kita peroleh itu kita sedang memintakan perhitungan kerugian negara oleh auditor eksternal.
Kita sekarang ini sedang menunggu dan koordinasi tetap antara penyidik dan auditor.
Koordinasi tersebut adalah sebagai bentuk sinergi apa yang dibutuhkan oleh auditor atau apa hal yang membutuhkan penjelasan dari penyidik itu terjalin," paparnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP