Suara Denpasar – Puasa tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, tetapi juga dapat dilakukan di hari-hari biasa. Puasa merupakan perbuatan menahan nafsu yang dimulai dari terbitnya matahari sampai tenggelamnya matahari dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memang, tidak semua puasa diwajibkan, ada juga puasa sunnah yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Meski begitu, puasa di bulan Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan oleh muslim dan muslimah di seluruh dunia.
Secara hukum, agama islam memiliki empat macam puasa yang berbeda, antara lain puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh, dan puasa haram. Tata cara pelaksanaan puasa sunah secara umum sama dengan puasa wajib. Namun perbedaannya diawali dengan membaca niat karena Allah SWT yang dimulai sebelum fajar atau setelahnya sampai tengah hari selama belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Mengutip dari Suara.com, Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Syamsul Hidayat dalam kajian Tarjih yang diselenggarakan di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengatakan beberapa puasa yang boleh dilakukan dan tidak boleh.
Puasa sunnah yang masru’ atau disyariatkan, antara lain puasa Daud, puasa Senin dan Kamis, puasa di Bulan Sya'ban, puasa Bulan Rajab, puasa Tasu'a dan Asyura (Muharram), puasa enam hari di bulan Syawal, dan puasa di hari Arafah (10 Dzulhijjah).
Syamsul juga mengatakan puasa sunnah dapat menjadi perisai dari api neraka, para malaikat akan bershalawat atas orang yang berpuasa, dan terhapusnya dosa-dosa dimasa lalu maupun sekarang.
Dilansir Suara.com meskipun, puasa dapat mendatangkan banyak pahala. Namun, ada beberapa puasa yang tidak disyariatkan (ghair masyru’), di antaranya yaitu.
1. Puasa Sepanjang Masa (Shaum ad-Dahr)
2. Puasa dengan cara menyambung puasa dua hari atau lebih tanpa melakukan buka (wishal)
3. Puasa pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
4. Puasa pada Hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13, Dzulhijjah)
5. Puasa mendahului Puasa Ramadhan sehari atau dua hari sebelumnya
6. Puasa Khusus di hari Jum’at (Kecuali terdapat puasa sebelum atau sesudahnya).
Puasa di waktu tersebut justru berdosa bagi yang menjalankanya. Ada baiknya kita haru berhati-hati dan mengerjakan ibadah dan memahami hukum syariat terlebih dahulu, agar segala sesuatunya sesuai dengan perintah Allah SWT. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
4 Ucapan Sungkem dari Menantu ke Mertua dalam Bahasa Jawa Agar Terlihat Sopan
-
Kemeriahan Gema Malam Takbir di Bundaran HI Jakarta
-
Ketika Ayah Jadi Trauma Terbesar Anak Perempuan, Ironi di Buku Sea Me Later
-
Siapa Lili Reinhart? Aktris Hollywood yang Jadi Sorotan di MV BTS SWIM
-
Lebaran Penuh Berkah: 5 Destinasi Wisata Religi di Solo yang Menyejukkan Hati
-
Ucapan Meminta Maaf Saat Lebaran Pakai Bahasa Jawa: Halus, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran Menurut Islam? Ini Penjelasannya
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
Ini 5 Wisata Malam Solo untuk Nikmati Lebaran Idul Fitri
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki