Suara Denpasar - Belum lama ini, tersiar kabar bahwa Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur bakal diangkat ke layar lebar. Kabar lain mengatakan bahwa Hanung Bramantyo adalah yang menggarap produksi film tersebut.
Dalam unggahan Hanung Bramantyo di Instagram pribadinya, ternyata memang tampak secuplik informasi perihal film Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur tersebut.
Aghniny Haque & Andri Mashadi kemungkinan besar bakal berperan di film Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur yang diproduksi Hanung Bramantyo itu.
Kemudian tampak pula sang penulis Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur di dalam unggahan Instagram Hanung Bramantyo, yakni Muhidin M. Dahlan. Dikabarkan mereka sedang melakukan percakapan mengenai film Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur.
"Senin kemarin di @dapurfilm Jakarta, ada tamu spesial, @Aghninyhaque dan @Andrimashadi yang akan membintangi film layar lebar saya berikutnya yang diangkat dari Novel keren karya @gusmuh12," tulis Hanung Bramantyo, dalam keterangan di Instagramnya, dilansir Suara Denpasar, Selasa (28/2/2023).
"Dan hari ini, di @mamahkejogja, @Gusmuh12 sudah memberikan restu novelnya dialihwahanakan ke medium Film. Bismillah, semoga dilancarkan," katanya lagi.
Sebagai informasi, bahwa novel berjudul Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah, karya Muhidin M Dahlan ini, sempat memicu polemik panjang di Yogyakarta.
Sebabnya, isi dari Novel Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur ini bernuansa kritik sosial. Terutama membongkar kemunafikan internal organisasi Islam radikal.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Badai, Ini 8 Kronologi Aldila Jelita Gugat Cerai Indra Bekti
Dengan demikian, jika ada yang berpikir Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur ini berisi doktrin, seruan, atau misalnya, kiat-kiat menjadi pelacur handal, tentunya salah total.
Selain itu, Novel Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur ini juga mengkritisi cara beragama oknum-oknum yang dinilai tokoh utamanya, Nida Kirani, begitu mengecewakan, dan dogmatis.
Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur ini sendiri pertama kali dirilis ke publik luas pada tahun 2003 silam. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi